Gemerlap Bintang dan Auman Macan: Kemping Keluarga di Taman Safari

Pernah terbayang kah olehmu pengalaman kemping di tengah alam seperti ini? Nenda di antara desiran angin dan kanopi hutan yang rimbun, di bawah gemerlap bintang gemintang dan bulan purnama, kehangatan api unggun dan bara yang berderak-derak, serta suara auman macan di kejauhan?

Lho, kok ada suara macannya juga? Ya, pengalaman itulah yang kudapatkan ketika kemping bersama suami dan anak-anak di Resort Kemah Safari, Taman Safari, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Seram? Nggak juga kok, karena macan yang terdengar suaranya itu berdiam di dalam penangkaran macan yang terpisah dengan aman dari lokasi penginapan pengunjung.

Saya, Ray, dan Hatta mengambil paket menginap selama satu malam di kompleks tenda Resort Kemah Safari. Paket ini sudah termasuk penginapan di dalam tenda, dua kali trekking melalui penangkaran-penangkaran hewan di Taman Safari dan ke air terjun Curug Jaksa, makan tiga kali, serta outbond.

Kali itu kami menginap bersama beberapa teman kantor Ray. Dikarenakan lahan parkir yang terbatas di lokasi kemping, mobil-mobil pribadi kami ditinggal di lapangan parkir dekat pintu gerbang utama Taman Safari.

Di gerbang utama Taman Safari itulah kami dijemput oleh Mas Bengbeng dan kawan-kawan dari tim Resort Kemah Safari yang ramah. Tas-tas dan peralatan pribadi kami dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam mobil Resort Kemah Safari yang akan membawa semuanya ke lokasi kemping, sementara peserta diajak berjalan kaki melalui jalur hutan sepanjang kurang lebih 4 kilometer ke lokasi yang sama. Berhubung saat itu saya sedang hamil 3 bulan, saya memilih opsi numpang di kendaraan resor yang langsung mengantarku ke lokasi perkemahan.

This slideshow requires JavaScript.

Sementara itu, Ray dan Hatta bersama teman-teman kantor lainnya melewati jalur Safari Trek. Hatta yang sedari tadi tidak bisa diam, langsung excited ketika diangkut ayahnya dalam gendongan ransel merek Deuter Kid Comfort. Sejak pemakaian tipe ransel tersebut dalam perjalanan kami ke Campuhan Ubud sebelumnya, kami pun jatuh cinta dengan Deuter Kid Comfort dan kembali menyewanya lagi untuk trip ke Taman Safari. Nyaman bagi si kecil, nyaman untuk punggung ayahnya. Cocok banget untuk petualangan outdoor.

Setelah sepuluh menit berkendara dari gerbang utama, saya pun tiba di lokasi perkemahan yang terletak di bagian belakang kompleks Taman Safari, tidak jauh dari area hutan panda. Jalan setapak yang asri membawaku ke deretan tenda-tenda kain berkapasitas 2 – 3 orang yang berjejer rapi di atas panggung kayu. Tidak jauh dari sana terdapat tenda umum besar tempat disajikan minuman yang free flow sepanjang hari, juga tempat makan malam dan sarapan besok.

Deretan toilet dan kamar mandi untuk laki-laki dan perempuan terletak di ujung kompleks perkemahan. Pancuran airnya terasa segar, langsung dari mata air kaki Gunung Pangrango. Bilik-bilik mandinya bersih dan sederhana, dengan sinar matahari yang langsung menyorot ke dalam.

This slideshow requires JavaScript.

Kira-kira satu jam setelah saya tiba, Ray dan Hatta beserta rombongan teman-teman kantornya muncul dari balik jembatan yang menyeberangi sungai kecil di dekat perkemahan. Ngos-ngosan namun penuh senyum, Ray senang berhasil menggendong Hatta sepanjang perjalanan—bahkan hingga si bocah tertidur pulas selama 30 menitan.

Ray bercerita, Safari Trek yang dilaluinya lumayan menantang. Ada jalur menurun yang berbatu, tanjakan curam yang harus dilewati dengan berpegangan pada akar atau batang pohon, perlintasan sungai, dan jalan setapak yang dilapisi semen. Namun sebagian besar perjalanan cukup rata dan adem di bawah rerimbunan pohon, berbatasan dengan beberapa area hewan seperti burung hantu yang aman dilewati manusia.

Setelah istirahat sejenak dan membongkar barang bawaan di tenda masing-masing, rombongan kami diajak untuk menikmati arena hiburan outbond yang terletak sangat dekat dengan lokasi perkemahan. Usai mengenakan peralatan pengaman badan seperti helm dan harness, satu-persatu kami pun menjajal rintangan tali-temali yang dipasang tinggi di udara, melintasi kolam besar, dan dilanjutkan dengan ‘tanjakan’ jaring-jaring yang membawa kita ke puncak menara flying fox. Pemandangan dari atas menara sangat hijau dan menyejukkan, ditutup dengan luncuran ke bawah sepanjang kurang lebih 60 meter yang seru banget. Berhubung saya sedang hamil muda, posisi duduk saat meluncur di flying fox merupakan pilihan yang aman dan nyaman dibandingkan posisi telentang ala superman.

This slideshow requires JavaScript.

Bagi yang masih belum puas menguji nyali di ketinggian, masih bisa lanjut berseluncur menggunakan alas khusus di perosotan super panjang yang menyatu dengan jalur sungai kecil dari aliran mata air pegunungan. Kali ini aku sudah cukup puas dengan flying fox saja, tidak ikutan berbasah-basahan dengan yang lainnya.

Sehabis happy-happy, semuanya balik ke tenda lalu bebersih di kamar mandi. Dilanjut dengan snack sore, kemudian tur singkat ke penangkaran macan gunung yang hanya terletak sekitar 200 meter dari perkemahan. Macan-macan inilah yang terkadang terdengar suara aumannya dari kawasan perkemahan. Nggak bikin serem sih, cuman seru aja, berasa beneran ada di tengah alam liar. Hehe…

Makan malam dengan nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan kerupuk lengkap disajikan sesudahnya. Perut kenyang, api unggun pun dinyalakan, menghangatkan badan dari udara malam yang mulai dingin. Sementara yang lain gonjrang-gonjreng gegitaran hingga larut malam, saya dan Hatta saling berpelukan di sleeping bag di dalam tenda hingga si bocah akhirnya tertidur. Untuk memastikan Hatta nyaman tidur di tenda sengaja kubawa bantal kecil kesayangannya, serta baju hangat dan kaus kaki yang cukup. Tidak ada drama malam itu, si bocah nyenyak bobo di dalam kantung tidurnya, hanya sesekali terbangun minta susu.

Hatta pulas tertidur di dalam sleeping bag tenda
Hatta pulas tertidur di dalam sleeping bag tenda

Pagi harinya, keluar dari tenda, kami disuguhkan pemandangan megah puncak gunung Pangrango yang menyeruak dari balik awan tipis. Saya, Ray, dan Hatta kemudian menjelajah kawasan sekitar perkemahan, mengunjungi penangkaran rusa dan owa, melihat hewan-hewan tersebut makan dan bercengkrama dengan sesamanya.

This slideshow requires JavaScript.

Usai sarapan, kami lalu diajak tim Resort Kemah Safari untuk trekking santai melalui jalanan aspal dan beton menuju Curug Jaksa. Jalan kaki selama kurang lebih 45 menit, Hatta lagi-lagi anteng di dalam gendongannya, menengok ke kanan dan ke kiri, menunjuk-nunjuk aneka bunga dan burung yang terlewati sepanjang jalan.

Curug Jaksa bisa diakses oleh umum menggunakan kendaraan bermotor ataupun jalan kaki. Namun lokasinya yang terletak di ujung paling jauh Taman Safari membuatnya agak sepi pengunjung. Air terjun Curug Jaksa tidak terlalu tinggi namun alirannya cukup deras, bahkan bisa membuat pengujung yang berdiri di dekatnya basah terkena tampias. Puas berfoto-foto dan mencelupkan kaki di dalam airnya yang dingin, kami pun kembali ke jalan utama dan dijemput menggunakan mobil ke lokasi perkemahan.

This slideshow requires JavaScript.

Menjelang siang, waktu kami di Resort Kemah Safari pun usai. Selesai beberes tenda, kami lalu diantar ke bawah menggunakan mobil resort, kembali ke lapangan parkir tempat mobil-mobil kami diinapkan sejak semalam.

Kemping di Resort Kemah Safari menjadi pengalaman sederhana yang seru bagi Hatta, serta menyegarkan pikiran kedua orangtuanya dari hiruk-pikuk kota Jakarta. Aktivitas outdoor seperti ini pastinya akan menjadi agenda rutin nih!

25 Comments Add yours

  1. Wah seru banget ini mbak. Jadi pengen nyobain. Selama ini camping bawa bayi baru di pantai aja sih yang aksesnya enak. Pengen juga camping di tempat semacam ini.

    1. Mel Allira says:

      Iya Mbak Elisabeth, camping di gunung juga seru kok. Mbak biasanya camping di pantai mana saja selama ini? Pengen juga bawa anak-anakku ke pantai.

  2. Waah, baru tau klo di Taman Safari ada camping-nya juga.. Seru bgt, ada kegiatan outdoor sampe liat curug juga.. 🙂 Mba, boleh tau hrga paketnya berapakah? 🙂

    1. Mel Allira says:

      Mbak Dita, tempo hari paketnya 280 ribuan/orang/malam. Tapi mungkin bisa dikontak langsung ke pihak Taman Safari untuk menanyakan harga terbarunya, kalau-kalau sudah berubah ya.

  3. Astrid says:

    Meeeel… camping di safari brp?

    1. Mel Allira says:

      Mbak Astrid, 280 ribuan/orang/malamnya

  4. Turis Cantik says:

    Saya malah ke sini pas msh blom pnya anak, jd dapet ide untuk ajak anak ke sini juga. Tapi skrng lagi musim hujan ya mbak hiks 🙁 takutnya malah jd ribet.

    1. Mel Allira says:

      Mbak Turis Cantik, sebenarnya di daerah pegunungan seperti Taman Safari hampir setiap hari hujan sih. Tapi ya jika membawa anak mungkin lebih nyaman kalau nunggu musim hujan selesai ya.

  5. rita dewi says:

    Ini masih baru atau sdh ada dr dulu ya? Dulu kayaknya pas sy ke taman safari bel7m ada ini… atau sayanya yg gak tahu ya?

    1. Mel Allira says:

      Mbak Rita, sebenarnya sudah sepuluh tahun lebih perkemahan ini ada di Taman Safari, hanya saja tidak dipublikasikan untuk umum. Sebelumnya mereka lebih menyasar korporat untuk acara-acara gathering kelompok besar.

  6. Menarik juga kemping bersama keluarga di area Taman Safari ya……bisa jadi salah satu target destination saya berikutnya. Mungkin perlu dicoba sekali2 mendaki gunung bersama keluarga Mba, sebagai referensi bisa lihat pengalaman saya di Gunung Papandayan ini: http://garisbatas.com/mendaki-gunung-papandayan-garut/

    1. Mel Allira says:

      Sip, Mas Moko… Langsung meluncur ke tulisannya tentang Papandayan 🙂

  7. Lily Kanaya says:

    Pengen banget nginep disini mba belom kesampaian juga, baca post mba jadi makin pengen 🙂

    1. Mel Allira says:

      Ayo Mbak Lily, main ke sana, yuk!

  8. Baca ceritanya seru ya mba. Saya malah baru tahu di taman safari menyediakan resort alam semacam ini.
    Mengajarkan anak berbaur dg alam dg aman dan menyenangkan

    1. Mel Allira says:

      Iya Mbak Siti, tempatnya seru banget dan cocok untuk mengenalkan anak dengan alam dan hewan-hewan 🙂

  9. Tacang says:

    waah seru banget mba, kapan2 mau ajak anak saya juga..

    1. Mel Allira says:

      Iya Mbak Tacang, seru deh ajakin anak-anak ke sini, pasti happy 🙂

  10. Mbak Mel, haaaa pengen banget ajak Hana kesana deh. Mupeng mupeng kayaknya seru banget.

    1. Mel Allira says:

      Seru tempatnya, Mbak Wuri! Yuk Hana diajakin ke sini! 🙂

  11. tesyasblog says:

    Ih seru banget ya, aku mau camping disini:)

  12. Ria says:

    wah, anaknya diajak trekking sama papanya untung gak rewel ya 🙂 He is totally awesome!

  13. Leli says:

    Saya belum pernah camping, dan kayaknya ini harus masuk wish list tahun ini 😀

    Pengen nyobaa.. ah saya mah kalah sama Hatta 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *