Cara Mudah Memasak Pasta Bersama si Kecil

Dalam tulisan-tulisanku sebelumnya sudah pernah kubahas tentang hobi memasak si Hatta, dari pizza hingga seafood. Hatta juga merupakan penggemar berat mie dan pasta, dan sudah lama ingin kuajak dirinya memasak sendiri makanan tersebut di rumah. Namun karena ibunya belum cukup pede untuk mengeksekusi resep-resep adonan, belum kesampaian lah keinginan tersebut. Khawatir adonannya kurang kalis atau rasanya gagal.

Kebetulan pada bulan November kemarin, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas memasak pasta bersama Chef Gino Campagna, chef asal Parma Italia yang tinggal di Los Angeles AS, yang sudah malang melintang di dunia edukasi masak-memasak untuk anak-anak. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Masakan Italia di Dunia yang diselenggarakan oleh Istituto Italiano di Cultura Jakarta, Culinaria MODENA, dan JS Luwansa Hotel.

Di antara sederet aktivitasnya, Chef Gino pernah menciptakan serial televisi bertema memasak untuk anak di channel Disney Junior, terlibat langsung dalam gerakan ‘Food Revolution’ Jamie Oliver, dan menjadi instruktur kuliner bagi program Michelle Obama ‘Chef Moves to School’. Penting nih untuk belajar langsung dari ahlinya, bukan hanya urusan teknis cara memasak, namun lebih ke pendekatan seperti apa yang cocok untuk memperkenalkan anak-anakku pada dunia kuliner.

Saya sengaja datang lebih awal ke acara tersebut agar bisa berkenalan dan ngobrol agak lama dengan Chef Gino. Dengan pembawaan Italianya yang ramah dan terbuka, Chef Gino sangat positif menyambut pertanyaan-pertanyaanku dan tidak pelit ilmu berbagi pengalamannya mendidik anak-anak dalam hal masak-memasak.

This slideshow requires JavaScript.

Salah satu pembelajaran penting yang kudapatkan dari Chef Gino adalah bahwa dalam memperkenalkan anak-anak pada kegiatan memasak, perlu diusahakan agar kegiatannya bersifat fun, kreatif, dan sangat fleksibel. Fleksibel dalam artian tidak terpaku pada resep. Mengapa? Menurut Chef Gino, anak-anak seringkali urung belajar jika proses memasak terlalu kaku. Akan lebih asyik bagi mereka jika diberi kebebasan memodifikasi resep sesuka hati. Jangan khawatir hasil masakan menjadi tidak enak atau kurang sedap karena itu merupakan bagian dari proses belajar bagi si anak. Hmm, cara berpikir yang menarik…

Dan sesuai dengan ucapannya, ketika sesi memasak pasta dimulai, hal pertama yang dikatakan Chef Gino pada peserta dalam bahasa Inggris adalah: “Lihat kertas resep yang ada di atas meja kalian masing-masing… Sekarang, balik atau simpan kertas itu. Kita tidak akan melihat resep ketika memasak!”

Dengan lincah dan seru, Chef Gino mempraktekkan langsung cara membuat adonan dasar untuk berbagai jenis pasta. Ternyata mudah banget! Satu gelas takar tepung terigu dan satu butir telur ayam negeri dicampur menggunakan tangan dan diadon sampai kalis, kemudian digiling tipis menggunakan pasta maker.

This slideshow requires JavaScript.

Kami pun ikut mempraktekkan langkah-langkah tersebut hingga menjadi lembaran pasta, lalu dikreasikan menjadi beraneka macam bentuk: dipotong dan dijepit menjadi pita (farfalle/butterfly/bowtie pasta), diisi campuran ricotta cheese dan daun bayam lalu ditutup seperti wonton (tortellini) atau amplop (raviolei), dipotong lagi menggunakan pasta maker menjadi bentuk mie yang panjang (tagliatelle) atau super tipis (angel hair). Memasak terasa mudah sekali menggunakan si pasta maker ini. Jadi kepengen punya deh!

Pasta-pasta tersebut kemudian direbus selama empat menit dalam air mendidih, digulingkan dalam mentega cair, dan ditaburi parutan keju Parmigiano-Reggiano. Sesi icip-icip pasta hasil buatan sendiri pun sukses menyemangati saya untuk mempraktekkannya sendiri di rumah bersama Hatta.

Sesuai saran dari Chef Gino, saya berusaha menjadikan proses memasak pasta lebih fun dan menarik bagi Hatta dengan memanfaatkan jus buah naga untuk mewarnai adonannya. Hasilnya, adonan pasta menjadi berwarna pink cerah, dan Hatta yang memang merupakan penggemar berat buah naga lebih semangat lagi mengadon.

Berhubung kami belum memiliki pasta maker, adonan pun digiling manual menggunakan alat penggiling kayu. Sedikit lebih repot tapi tetap seru, dan Hatta sama sekali tidak keberatan melakukannya. Pemotongan pasta juga dilakukan manual menggunakan pisau roti yang tidak tajam, dan Hatta kubebaskan untuk membentuk lembaran pastanya sesuka hati. Ternyata ia memilih untuk menggulung-gulung lembaran mienya menjadi bentuk keong.

This slideshow requires JavaScript.

Setelah direbus hingga agak mengambang, pasta ditiriskan dan siap disantap. Hatta kemudian memarut sendiri potongan keju parmesan dan menaburnya di atas pasta. Hasilnya, dua per tiga pasta yang dimasak Hatta sukses dilahap habis olehnya! Senang sekali melihat nafsu makan Hatta yang menggebu-gebu seperti itu.

Kembali teringat olehku pesan dari Chef Gino bahwa anak-anak memang cenderung lebih semangat makan jika dilibatkan langsung dalam proses persiapannya. Dan berhubung Hatta doyan sekali makan mie dan spaghetti, saya super senang mengetahui bahwa proses pembuatannya sangat mudah dilakukan sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan pilihan yang segar dan lebih sehat. Yuk, ajak si kecil memasak pasta dan mie-nya sendiri!

29 Comments Add yours

  1. Wuahhh seruuu..ini event yg waktu itu lo ajakin ya mel? Sayang gw ga bisa dtg euy..hatta seneng bgt yaa eksperimen masak..janthra baru gape bikin pancake nih..soalnya blm punya dapur sendiri sih.hihi

    1. Mel Allira says:

      Iya Gen, ini acara masak yang waktu itu gw infoin… Lumayan ilmunya untuk dipraktekin di rumah, hehe… Nanti di Aussie Janthra puas-puasin masak yaa di dapur sendiri 😀

  2. Miftha kaje says:

    Saya juga sempet liat chef Gino di TV. Memang terlihat gaya Chef Gino sangat menyenangkan..
    Melihat gaya chef Gino biki semangat memasak membaraa. Saya aja ikut terbawa semangatnya, apalagi anak2.. Hehe..
    Beruntungnya mbak isa ketemu langsung chef Gino..

    1. Mel Allira says:

      Iya Mbak Miftha, semangat Chef Gino menular ke orang-orang di sekitarnya.. semoga semangat darinya bisa kutularkan ke anak-anakku ketika memasak 🙂

  3. Aku belum pernah nih nyoba bikin pasta bersama anak mba 🙂

    1. Mel Allira says:

      Cobain yuk, Mbak Alida! Seru deh! 🙂

  4. Ah pas banget lagi ngumpulin resep pasta. Makasih ya mba postingannya. 🙂

    1. Mel Allira says:

      Sama-sama Mbak Girly!

  5. Lidha Maul says:

    wah, enak juga kalau meja lebar gitu ya. Kayaknya karena mudah begini, mesti saya save dulu, nanti biar nggak susah nyari pas mau praktek

    1. Mel Allira says:

      Lumayan Mbak Lidha, kalau mejanya lebar masih bisa muat untuk hal-hal lain selain masak 🙂

  6. Sandra Nova says:

    Aku sukaaa masak pasta, tapi ya bikin pake pasta instan dan belum pede bikin sendiri. Paling suka ravioli tapi ya gitu, suka makannya doang XD

    1. Mel Allira says:

      Mbak Sandra, masak pasta sendiri nggak sulit kok.. cobain deh! 🙂

  7. Indah Juli says:

    Wah seru banget, ajak anak bikin pasta sendiri 🙂
    Jadi mau juga ngajarin anak masak pasta.

    1. Mel Allira says:

      Yuk Mbak Indah, ajak si kecil masak pasta.. Pasti suka & makan lebih lahap, hehe

  8. April Hamsa says:

    Jadi menarik warnanya buat anak2.
    TFS resepnya mbak
    Wah senengnya bisa belajar langsung dari ahlinya 😀

    1. Mel Allira says:

      Iya Mbak April, sama-sama ya.. Aku bersyukur sekali bisa ketemu langsung dengan Chef Gino dan belajar banyak dari beliau soal teknis memasak dan non-teknis mengajarkan anak tentang kebiasaan makan sehat…

  9. nitalanaf says:

    Wah saya udah lama ga ngikutin infonya Instituto Italiano. Kalau ada masak2, mereka ngundang chef-nya ga tanggung2 jadi dapet info juga ya cara ngajarin masak ke anak2

    1. Mel Allira says:

      Iya banget Mbak Nita, Istituto Italiano memang niat banget mempromosikan kuliner negerinya, jadi chef dan menu makanannya totalitas semua, hehe..

  10. Seru y mba bisa masak bareng anak, aku belum berani libatin banyak sama anakku soalnya suka bikin kacau dunia perdapuran hahaha..pernah satu kali aku ajakin dan byur semangkuk telur kocok tumpah :p gagal maning masaknya

    1. Mel Allira says:

      Mbak Herva, kalau masak dengan si kecil memang harus siap-siap kotor, berantakan, dan banyak kejutan lainnya ya! hehe.. Yang paling penting untukku adalah mencoba tetap santai dan enjoy masak, supaya si kecil tetap semangat menjalankannya 🙂

  11. Ophi Ziadah says:

    waah seru yaa masak bareng si kecil

  12. duh, wajah sikecil bahagia sekali. sepertinya benar benar menikmati memasak bersama bunda

  13. Nathalia DP says:

    Seru ih…
    Saya belum pernah ajak jav bikin pasta sendiri, klo olahannya sering

  14. Irly says:

    Waah.. serunyaa.. Sudah makanan kesukaan, dimasak bareng ibunya pula. Makin lahap ya makannya ^^

  15. Ria says:

    setelah bikin sendiri bareng anak, masih kepingin beli pasta maker-nya ?;)

    1. Mel Allira says:

      Mbak Ria, adonannya bikin sendiri, tapi pasta makernya sebenernya untuk menggiling tipis dan memotong2 adonannya agar menjadi bentuk mie yang sempurna. Kalau digiling dan dipotong sendiri agak PR hehe…

  16. Template blognya sangat unik,
    beda dari yang lainnya

  17. Ahmad says:

    ehmmm … lezatnya pastanya ……….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *