Weekend Getaway: Family Staycation di Swiss-Belhotel Yogjakarta

Kota Jogja selalu menggoda untuk dikunjungi, baik dulu ketika saya masih lajang, hingga sekarang ketika sudah berkeluarga dengan dua anak. Namun yang membedakan dulu dan sekarang tentunya adalah mencari tempat menginap yang nyaman untuk kedua buah hatiku yang masih balita. Kalau dulu tidur dimana pun jadi, sekarang harus usaha ekstra untuk meriset penginapan mana yang dekat dengan tempat wisata, tempat makan, dan pusat perbelanjaan, untuk memastikan pengalaman berlibur menyenangkan bagi krucil dan kedua orangtuanya.

Ketika memilih-milih penginapan, sering timbul pertanyaan: Apakah fasilitasnya masih bagus dan bersih? Apakah restorannya memiliki baby chair? Ketika sarapan pagi apakah ada bagian yang bebas asap rokok? Apakah kamarnya cukup luas untuk memesan extra bed? Apakah ada kolam renangnya? Maklum lah ya, namanya juga emak rempong. Hehehe…

Makanya senang banget ketika kudengar dari seorang kawan di Jogja bahwa Swiss-Belhotel baru dibangun di pusat kota, tidak jauh dari kawasan Malioboro. Fasilitasnya gres dan standarnya setara dengan hotel-hotel bagus di Jakarta. Lihat websitenya, fotonya keren-keren, apalagi rooftop poolnya! Wah, langsung pesan kamar deh.

Asumsiku, hotel baru pasti fasilitas dan pelayanannya bagus, jadi perasaan lebih tenang kalau memilih penginapan di sini. Apalagi saya sudah beberapa kali menginap di cabang-cabang Swiss-Belhotel lainnya di luar Jawa dan sejauh ini pengalamannya bagus semua.

Namun ketika tiba di hotel dan merasakan langsung fasilitasnya, ternyata justru di luar ekspektasiku.

This slideshow requires JavaScript.

Kamar tipe grand deluxe yang kami pesan luas sekali. Bahkan setelah extra bed dipasang di kaki tempat tidur utama, masih ada ruang gerak yang cukup luas untuk anak-anak bermain. Ayah dan ibunya pun masih bisa duduk santai di kursi malas jendela tanpa terusik aktivitas mereka.

Berbeda dengan hotel-hotel yang pernah kami inapi sebelumnya, televisi yang terpasang di dinding kamar tipe smart TV, yang bisa tersambung dengan HP dan memutar film-film kesukaan Hatta dan Sjahrir dari youtube.

Lokasi hotel dekat dengan banyak tempat makan dan juga toko buku. Kalau lapar bisa makan di angkringan dan resto-resto lainnya di sekitar hotel. Namun jika malas keluar kamar, pelayanan room service hotel juga cepat dan makanannya enak-enak. Ray, si penggila buku senang sekali bisa berjalan kaki dari hotel ke Gramedia dan Togamas setiap harinya.

This slideshow requires JavaScript.

Bicara soal makanan, saya paling suka momen high tea yang diselenggarakan setiap sorenya di Kahyangan Lounge. Anak-anak gemar sekali mengudap aneka kue, rebusan, sandwich, dan cold cuts yang disajikan.

Momen sarapan setiap harinya juga selalu menyenangkan. Sjahrir paling suka mengamati bapak pemain gamelan di lobby hotel, sementara Hatta ternganga menonton ‘atraksi’ seru chef yang memasak mie jawa di dapur mini. Kalau ibunya suka dengan bagian vertical garden hijau nan adem di luar restoran.

This slideshow requires JavaScript.

Pilihan makanan ketika sarapan beragam sekali dari kuliner khas Yogya, Indonesia hingga Western. Stok baby chair tersedia cukup banyak dan dalam kondisi bersih. Pelayanan staf restoran juga sangat membantu orangtua dengan anak-anak kecil seperti kami karena beberapa kali mereka berinisiatif untuk mengambil dan mengantarkan makanan ke meja.

Dari segi fasilitas, saya paling suka rooftop pool hotelnya yang cantik. Pemandangan kota Jogja bisa terlihat jelas dari pinggir kolam, dan anak-anak terhibur melihat pesawat terbang yang kerap melintas di langit.

This slideshow requires JavaScript.

Chadis Rooftop Bar yang berada di pinggir kolam juga tampak menggoda dengan beanbag warna-warninya yang nyaman. Andai ada jasa penitipan anak, kepengin juga mencoba salah satu perawatan spa yang lokasinya berdekatan dengan kolam renang.

Menariknya, hotel baru yang belum berusia satu tahun ini memiliki banyak instalasi seni di berbagai sudut gedungnya. Dari lukisan artistik di Kahyangan Lounge, hingga sepasang patung merak raksasa di Segaran Waterfall yang membuat anak-anak penasaran.

This slideshow requires JavaScript.

Walaupun tidak sempat mencobanya sendiri, saya lihat pihak hotel menyediakan beberapa sepeda yang dapat digunakan oleh tamu untuk berkeliling Jogja. Seru banget tuh! Kalau ditambah dengan beberapa boncengan sepeda anak pasti akan lebih oke lagi.

Tak terasa waktu cepat berlalu dan liburan akhir pekan kami di Jogja harus berakhir. Sambil menikmati hiburan musik tradisional di lobby, kami dijemput supir berseragam keratonan dan diantar ke bandara menggunakan shuttle service hotel.

Terimakasih Swiss-belhotel Yogyakarta untuk pengalaman family staycation yang menyenangkan!

Pada tulisan selanjutnya, akan kubagi tips-tips travel keliling Jogja bagi orangtua yang bepergian sendiri bersama anak-anaknya. Stay tuned!

One Comment Add yours

  1. Wah asyik nih Swiss Bell memang tak diragukan pelayanan dan pelayananya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *