Green School Bali: Tur ke Sekolah Impian Anak-anak

Perjalanan ke Bali belum lengkap rasanya kalau belum mampir ke sekolah alam yang telah lama kudengar namanya hingga ke seantero negeri, bahkan mancanegara. Sebagai orangtua, dan juga alumni jurusan manajemen lingkungan, sungguh penasaran untuk melihat langsung kampus Green School yang terletak di Abiansemal, sekitar 20 menit perjalanan dari pusat kota Ubud.

Bangunan bambu di Green School Ubud
Bangunan bambu di Green School Ubud

Berkat rekomendasi dari teman yang bekerja di Green School, kami mengikuti tur keliling kampusnya yang sangat populer di kalangan turis asing, warga lokal maupun rombongan mahasiswa.

Memasuki gerbang kompleks Green School, terasa sekali nuansa pedesaannya yang asri. Sebelum tur dimulai kami bisa menikmati kopi, kue mentah, jus segar dan jajanan sehat lainnya di kafe pintu masuk kompleks. Beberapa merchandise kampus yang ramah lingkungan atau hasil daur ulang juga dijual di sini.

This slideshow requires JavaScript.

Seorang pemandu dari pihak sekolah kemudian membagikan perlengkapan audio-komunikasi kepada setiap pengunjung yang telah mendaftarkan diri, lalu tur pun dimulai.

Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah kolam lumpur (ya, lumpur!) yang sering dijadikan tempat belajar seni bela diri dan aktivitas bermain bagi anak-anak. Saya langsung jatuh cinta melihat kolam lumpur itu dan berkhayal seandainya saya masih anak kecil, rasanya ingin sekali langsung nyemplung ke dalamnya!

This slideshow requires JavaScript.

Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang sebagian besar terbuat dari batu-batu atau tanah biasa. Perlu dicatat bahwa tur ini tidak cocok untuk pengunjung yang menggunakan stroller atau kursi roda karena beberapa bagian harus melalui tangga atau tanjakan dan turunan yang berbatu.

Kami dibawa mengunjungi berbagai fasilitas Green School yang menarik, diantaranya batu kristal besar yang diletakkan di tengah tanah lapang yang berfungsi sebagai tempat menenangkan diri atau bermeditasi bagi staff dan murid sekolah.

Kami juga melewati penangkaran burung jalak bali yang dijalankan oleh sebuah yayasan lokal, Begawan Foundation. Burung-burung yang berhasil dikembangbiakkan dalam penangkaran kemudian dilepas-liarkan ke pulau-pulau kecil di sekitar Bali.

This slideshow requires JavaScript.

Konsep utama bangunan-bangunan di Green School adalah semuanya tidak berdinding dan tidak menggunakan AC. Arsitektur bangunannya hampir semua didominasi oleh bahan dasar bambu dengan langit-langit yang tinggi, sehingga suasana di dalam ruangan tetap terasa adem walaupun cuaca panas.

This slideshow requires JavaScript.

Akhirnya kami tiba di salah satu ruangan kelas yang sehari-harinya digunakan untuk aktivitas belajar anak-anak sekolah dasar tahun kedua. Sungguh menyenangkan melihat kelasnya yang terbuka, sejuk, dan tidak ada nyamuk. Hampir semua perabotan kelas terbuat dari bambu. Ada tempat cuci tangan, tong sampah organik dan non-organik, serta peralatan berkebun di pintu masuk. Sederhana dan bikin betah.

This slideshow requires JavaScript.

Sang pemandu pun bercerita lebih lanjut tentang Green School. Bahwa sebagian besar muridnya datang dari berbagai negara di dunia, dan bahwa ada skema beasiswa khusus untuk murid-murid dari Bali. Bahwa tiap tingkatan kelas mendapat tugas besar masing-masing seperti memelihara ayam untuk murid kelas bawah, dan membangun bangunan bambu sederhana bagi murid kelas atas.

Gambaran mengenai kurikulum sekolah dan tugas harian anak-anak bisa dilihat dari foto-foto kelas berikut…

This slideshow requires JavaScript.

Dari sana kami pun diajak berkeliling mengagumi arsitektur bangunan-bangunan lainnya di area Green School. Menariknya, tiap tingkatan kelas memiliki desain arsitektur yang berbeda dari tingkatan lainnya.

This slideshow requires JavaScript.

Ruang drama, gedung utama tempat perpustakaan dan staff berkantor, hingga jembatan bambu raksasa yang melintasi sebuah sungai kecil–semua memiliki arsitektur unik yang membuat pengunjung berdecak kagum.

 

This slideshow requires JavaScript.

Tur pun diakhiri dengan kunjungan ke pembangkit listrik tenaga air di sungai kecil yang terletak di pinggir kampus, serta kebun sayur organik yang hasil panennya dimasak untuk konsumsi siswa dan staff Green School.

This slideshow requires JavaScript.

Dalam jangka panjangnya, Green School menargetkan bisa memproduksi sendiri makanan, listrik, dan air bersih untuk memenuhi kebutuhan penghuninya. Menarik untuk melihat langkah-langkah konkrit yang mereka jalani untuk mewujudkan impian tersebut.

This slideshow requires JavaScript.

Bagi yang tertarik dengan arsitektur di kampus ini, ada pilihan untuk mengikuti tur lainnya di pabrik PT yang memproduksi furnitur untuk Green School dan Green Village–resor yang didesain menggunakan prinsip-prinsip kelestarian.

This slideshow requires JavaScript.

Kunjungan hari itu benar-benar membuka mata saya, bahwa mewujudkan gaya hidup yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bukanlah sesuatu yang mustahil. Ketika melangkahkan kaki meninggalkan kompleks Green School, saya yakin ternyata sebuah utopia pun bisa menjadi kenyataan.

This slideshow requires JavaScript.

Dan yang terpenting adalah si Hatta benar-benar menikmati waktunya di Green School! Semoga semesta mendukung, suatu hari ia bisa sekolah di sini 🙂

3 Comments Add yours

  1. mel says:

    Hey did you heard about TRIHITA ALAM ECO SCHOOL, another great school in Denpasar area.
    cheers,

  2. Siti Badiah says:

    From this website, this is a good school. I think the students feel happy to study here. I hope I can visit this school and be able to comunicate with the students in this school.

    Best Regards,
    Siti Badiah

    1. Mel Allira says:

      Hi Siti, yes Green School is a very inspiring school indeed. I hope you can come and visit there one day 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *