Harapan Baru untuk Para Penyintas Kanker

“Saya harus kuat untuk anak-anak saya. Sepanjang meditasi ini selalu terbayang mereka ada di belakang saya. Untuk mereka saya harus bertahan selama saya masih bisa.”

Kata-kata yang keluar dari mulut seorang perempuan penyintas kanker setelah sesi meditasi “Breathworks” bersama komunitas HOPE di Galleries Laffayette, Pacific Place kemarin membuat mataku berkaca-kaca. Walaupun saya belum pernah mengalami penyakit serius sepertinya, namun sebagai seorang ibu saya paham betul betapa berat rasanya jika dihadapi dengan cobaan hidup seperti itu.

Sebelumnya, selama kurang lebih satu jam, bersama-sama dengan perempuan-perempuan penyintas kanker lainnya saya menjalani sesi meditasi yang sangat berbeda. Apa yang membuatnya berbeda?

This slideshow requires JavaScript.

Workshop ini menggunakan metode bernafas aktif yang membantu peserta bermeditasi dan menstimulasi kesehatan jiwa dan raganya. Dalam posisi lingkaran besar, peserta diminta untuk mengenakan penutup mata, lalu berbaring dalam posisi telentang di atas matras yoga.

Kami diperdengarkan pada beragam suara dari kicauan burung yang menenangkan hingga alunan musik instrumental yang semakin meningkat eskalasi hentakannya. Awalnya kami diminta untuk bernafas dalam-dalam menggunakan hidung, namun dilanjutkan dengan membuka mulut lebar-lebar dan bernafas melalui mulut.

“Ayo, nafas! Nafas yang keras! Jangan malu untuk mengeluarkan suara!” seru Mbak Ineke dan Mbak Meisye yang menjadi instruktur meditasi hari itu.

Sesekali satu diantara keduanya datang menghampiri dan memastikan rahangku terbuka lebar dan perutku naik turun karena sudah bernafas dengan baik. Di sekelilingku terdengar suara nafas peserta lain yang ngos-ngosan. Rame sekali.

Lama-lama mulut terasa kering dan kedua telapak tanganku mulai terasa kaku karena kesemutan. Mbak Ineke memegang dan memijat tanganku perlahan menggunakan tangannya yang hangat dan berusaha menenangkanku.

“Relaks. Ikuti keinginan tubuhmu, kalau mau bergerak silakan gerak-gerakkan badanmu”, ucapnya. Akupun menggoyang-goyangkan tangan dan kaki, menggeliat ke kanan dan ke kiri untuk menemukan posisi pewe.

Tiba-tiba terasa sensasi basah di kakiku disertai bau harum aroma sereh. Rupanya Mbak Ineke baru saja menyemprotkan essential oil spray ke arah peserta.

“Ayo! Tinggalkan semua beban pikiranmu di luar matras yogamu. Lepaskan dirimu! Bebaskan dirimu! Saya kuat dan mampu menghadapi cobaan apapun! Saya bisa melalui ini semua! Lepaskan dirimu!” terdengar Mbak Inneke dan Mbak Meisye melemparkan afirmasi positif kepada peserta meditasi.

Suara maracas yang bergemerincing terdengar di sekitar kami. Suara musik semakin mengeskalasi. Suara nafas yang menderu, teriakan, dan tangisan memenuhi seisi ruangan. Tak terasa penutup mataku menjadi basah karena terbawa suasana.

Pelan-pelan suasana dibuat tenang dan musik pun dikecilkan. Peserta kembali disemprot dengan minyak sereh yang harum lalu diselimuti seluruh tubuhnya menggunakan kain batik panjang. Kami pun terbuai dalam hening.

Setelah beberapa lama Mbak Ineke berkata, “Resapi perasaan yang kamu dapatkan dari pengalaman ini. Nikmati situasi yang ada pada saat ini. Beri pelukan erat pada dirimu sendiri, sayangi dirimu apa adanya.”

This slideshow requires JavaScript.

Kami pun duduk bersebelah-sebelahan dan bergandengan tangan. Pandangan mata beberapa peserta terlihat sembab namun senyum lebar mengembang pada bibir mereka.

Usai meditasi saya merasa ringan dan bahagia, seperti terbangun dari tidur panjang yang berbunga-bunga.

Para penyintas kanker bercerita bagaimana efek meditasi tersebut berhasil melepas beban emosi mereka selama ini, memberi rasa positif menghadapi hari-hari ke depannya. Banyak diantaranya bahkan mengaku baru pertama kali ini merasa begitu lepas dan penuh energi.

Sesi meditasi hari itu menjadi sebuah pengalaman emosional, spiritual, dan fisik yang menantang. Namun yang terpenting di balik semua itu, kami belajar untuk mencintai diri sendiri, mengalahkan segala keterbatasan, dan percaya bahwa selalu ada harapan dalam tiap cobaan hidup.

*

Acara meditasi yang saya ikuti tadi merupakan bagian dari kampanye HOPE yang digagas oleh tiga sahabat Amanda Soekasah, Janna Soekasah-Joesoef, dan Wulan Guritno.

Kampanye utama yang mereka jalankan adalah penjualan Gelang Harapan–gelang-gelang cantik yang terbuat dari kain jumputan (pelangi) yang melambangkan harapan bagi para penderita kanker.

Gelang-gelang ini memanfaatkan kain sisa hasil rancangan Ghea Panggabean, yang kemudian dikepang oleh anggota keluarga para penyintas kanker yang menunggu antrian kemoterapi di Ruang Harapan, Departemen Radiologi, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

This slideshow requires JavaScript.

Untuk setiap gelang yang telah dikepang, anggota keluarga penyintas kanker mendapat keuntungan Rp10.000. Jika sudah terbiasa, seseorang bisa mengepang hingga lima gelang perhari—jumlah yang lumayan untuk menggantikan uang transport atau makan selama menunggu giliran kemoterapi.

Kepangan-kepangan kain tersebut kemudian ditambahkan dengan plat besi bertuliskan kata ‘HOPE’ dan dijual seharga Rp100.000 ke publik. Seratus persen hasil penjualan gelang diberikan kepada yayasan-yayasan kanker di Indonesia.

Yuk, tunjukkan dukunganmu dan tampil lebih modis dengan membeli Gelang Harapan yang cantik via laman resmi atau akun instagram Gelang Harapan.

11 Comments Add yours

  1. mariana says:

    bagus nih ada meditasi untuk penyintas kanker, jadi mereka bisa rileks ya

    1. Mel Allira says:

      Betul Mbak Mariana, rileks dan melepas segala beban pikiran dan emosi.. peserta lainnya yang bukan penyintas kanker pun turut merasakan manfaat positifnya 🙂

  2. Hanana Fajar says:

    Mel baca ini jadi merinding… Meditasinya psti benar-benar bkn relax terutama utk pra pejuang cancer. HOPE juga membuat hal yang bermanfaat yaa.. salut!

    1. Mel Allira says:

      Iya Na, pengalamannya memang luar biasa… Terimakasih ya 🙂

  3. Yervi Hesna says:

    Salam kenal, mbak. Saya juga seorang breast cancer fighter dari Padang

    1. Mel Allira says:

      Salam kenal Mbak Yervi. Terimakasih sudah berkunjung ke blogku. Tetap semangat ya, Mbak!

  4. bunda rizma says:

    wah, acaranya bagus ya mel. bacanya aja udh sdkit ikuti afirmasi intrukturnya…

    1. Mel Allira says:

      Iya Lok, afirmasi positifnya sangat bermanfaat ya… 🙂

  5. Kereeeennn acara dan campaign-nya mel..ga kebayang kalo gw ikutan..pasti nangis bombay deh.hehe

    1. Mel Allira says:

      Iya Gen, pesannya dalam dan penyampaiannya bagus… kalau ada beban pikiran ketika mengikuti sesi meditasi tersebut memang lebih berasa lagi manfaatnya 🙂

  6. salut dah jadi motivasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *