Insiden-insiden kecil di perjalanan

Perjalanan dengan anak kecil selalu membawa kejutan-kejutan tersendiri. Beberapa diantaranya tidak disangka-sangka.

Suatu siang yang terik, dalam perjalanan kami menggunakan mobil ke Cirebon, aku terkantuk-kantuk duduk di kursi belakang menemani anak-anak. Hatta di ujung paling kanan, dan adiknya Sjahrir di tengah.

Sambil terbuai oleh mulusnya jalan tol Cipali, samar-samar terdengar suara Sjahrir yang merengek-rengek. Agak lama kubiarkan dia berisik sendiri, hingga tiba-tiba kubuka mata dan terkejut bukan main ketika melihat si bayi sudah belepotan dengan kotorannya sendiri. Rupanya popoknya sudah kepenuhan dan insting bayinya membuatnya penasaran sekaligus gelisah dengan rasa aneh di celananya.

Dalam kondisi darurat itu kami segera menepi ke tempat peristirahatan terdekat, yang untungnya memiliki banyak toilet bersih. Buru-buru kuangkut si bocah untuk dimandikan.

Rupanya lapisan tempat duduk Sjahrir turut menjadi korban. Usai memandikan si bocah, dilanjut dengan mengucek jok carseat. Untung kubawa pelapis jok cadangan supaya si bayi tetap bisa duduk dengan nyaman di mobil.

*

Kali berikutnya, dalam perjalanan mobil di salah satu kota di jalur Pantura, aku dan Ray tengah sibuk mendengarkan petunjuk aplikasi gawai Waze untuk mencari lokasi kuliner garang asem yang tersohor, ketika tiba-tiba si Hatta berteriak “Mau pipis!”

Biasanya si kakak bilang kalau pipisnya bisa ditahan atau tidak hingga menemukan tempat peristirahatan. Namun hari itu dia tegas menyatakan harus pipis saat itu juga. Kuingat dia memang minum air cukup banyak sebelumnya.

Dalam semangat membiasakan Hatta untuk buang air di kamar mandi, sudah hampir setahun terakhir dia lepas popok dan memakai celana dalam biasa. Kami pun bersiap mental menghadapi resiko si kakak minta ke kamar mandi kapan saja selama perjalanan.

Tanpa terlihat adanya pom bensin atau tempat peristirahatan dalam jarak dekat, langsung kutawarkan Hatta untuk pipis di botol aqua kosong yang memang kusiapkan di mobil untuk situasi-situasi darurat seperti itu. Untungnya dia mau pipis di situ.

Namanya pengalaman pertama, maklum saja kalau semuanya tidak berjalan mulus. Di tengah-tengah membantu Hatta pipis di botol, perhatianku sempat terpecah ketika Ray bertanya apakah kita sudah menuju arah jalan yang benar–kebetulan aku yang bertugas mengoperasikan HP untuk mengecek Waze. Dan tiba-tiba air pipis sudah muncrat ke mana-mana. Hahaha…

*

Berkaca dari pengalaman-pengalaman di atas, tips-tips perjalanan untuk roadtrip jarak jauh dariku adalah:

Selalu sedia kain lap bersih, tisu (kering dan basah), serta kantong plastik/botol aqua kosong di mobil. Pastikan semuanya dapat dengan mudah dan cepat dijangkau. Perjalanan dengan anak kecil seringkali melibatkan insiden-insiden kecil seperti air minum atau makanan yang tumpah, anak muntah, anak ngompol atau terpaksa buang air di mobil.

Sediakan kantong-kantong atau kompartemen penyimpanan yang aksesnya mudah dijangkau oleh siapa pun di dalam mobil. Hal ini untuk menyimpan aneka kebutuhan seperti charger HP, alat tulis, buku bacaan, mainan anak, tisu, senter, minuman, cemilan, popok hingga baju ganti. Aku sengaja menjahit sendiri kompartemen penyimpanan barang dengan kantong-kantong beraneka ragam bentuk dan ukuran. Kupasang kompartemen kain tersebut di bagian belakang kursi penumpang depan sehingga pengemudi maupun penumpang bisa meraih barang-barang di situ dengan mudah.

Apakah kamu punya tips-tips jitu lainnya untuk bepergian bersama bocah?

3 Comments Add yours

  1. hihiii.. seru yaaa road trip-nya.. “mau pipis” itu memang pe-er besar buat yang suka traveling dengan bocah,yaa. Kita juga suka gitu, kalau pas berhenti di rest area dan pergi ke toilet, si kecil sering kali menolak dan bilang “gak mau pipis” yang lalu dilanjut dengan 5 menit kemudian teriak “mau pipiiiiss!”.

    Biasanya kami menghabiskan waktu sedikit lebih lama saat berada di rest area untuk memastikan kami siap untuk melanjutkan perjalanan, termasuk nungguin waktu pipis si kecil. Tapi setuju banget, insiden2 kecil gini bakal sering terjadi, jadi akan lebih baik untuk bersiap-siap menghadapi resiko terburuk, tissue basah itu andalan banget dek pokoknya! hihiii..

    Thanks for sharing ya keluarga kembara.. ♥

    1. Allira says:

      Terimakasih Pryta… iya betul, untuk urusan toilet si kecil, kita harus selalu sedia ekstra waktu, kesabaran, tisu, botol kosong dan kantong plastik, haha…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *