8 Hal yang Ngangenin Tentang Canberra

Walaupun kurang terkenal dibanding kota-kota besar seperti Sydney dan Melbourne, pada tahun 2016 ibukota Australia, Canberra dinobatkan sebagai kota yang paling nyaman untuk ditinggali di benua kanguru. Kualitas hidup kota berpenduduk 431.000 jiwa ini bahkan sempat beberapa kali disandingkan dengan kota-kota besar lainnya di dunia, dan menduduki peringkat ke 28 dalam penilaian Worldwide Quality of Living Rankings tahun 2016.

Saya pun sempat mencicipi nikmatnya kehidupan di Canberra selama beberapa tahun ketika menjalani masa studi di sana. Dan walaupun sudah tidak tinggal di sana lagi sekarang, Canberra tetap saya anggap sebagai kampung halaman yang kedua setelah Jakarta. Tetap ada keinginan dan harapan untuk kembali berkunjung atau tinggal di Canberra lagi suatu hari nanti.

Bagi banyak mahasiswa Indonesia yang pernah kuliah atau minimal berkunjung ke ibukota Australia, Canberra dianggap tidak terlalu menarik dan cenderung terlalu sepi. Tapi bagi saya: I LOVE CANBERRA! Kok bisa sih?!

Pastinya karena tingkat kepadatan penduduk Canberra yang rendah, kotanya bebas macet dan kualitas infrastruktur publiknya terjaga dengan baik. Namun banyak hal lainnya yang membuat Canberra spesial bagi saya. Nah, berikut adalah 8 hal yang paling ngangenin tentang Canberra versi Mel Allira!

This slideshow requires JavaScript.

  1. Infrastruktur dan Fasilitas Bersepeda

Nomer satu di urutan hal-hal yang paling ngangenin tentang Canberra adalah infrastruktur dan fasilitas bersepedanya. Tak bisa dipungkiri, kualitas trotoar jalanannya saja bagus banget, apalagi jalur sepedanya. Interkoneksi jalur-jalur pejalan kaki dan jalur sepedanya juga oke banget, memungkinkan pesepeda dengan mudah melaju di jalanan tanpa harus repot bolak-balik naik turun dari sepeda untuk menghindari lubang atau trotoar yang tiba-tiba ‘hilang’ (bayangkan dengan Jakarta yang jauhhh banget kondisi infrastruktur bersepedanya).

Jalur bersepeda favorit saya di Canberra? Wah sulit untuk memilih satu saja. Yang pasti sirkuit mengelilingi Lake Burley Griffin (28 kilometer) adalah yang paling sering saya lewati baik di sela-sela perkuliahan atau pada akhir pekan—melintasi jalur museum, hutan, hingga rawa-rawa. Melanglang buana ke berbagai penjuru suburb (kelurahan) di Canberra seperti Woden (selatan) dan Gungahlin (utara) juga seru karena jalur sepedanya konsisten mulus ke mana-mana. Biasanya tiap akhir pekan saya dan Ray menempuh setidaknya 50 kilometer perjalanan bersepeda keliling Canberra melalui rute yang berbeda-beda.

Bagi penggemar sepeda offroad, mountain biking, cross country atau downhill, lagi-lagi Canberra surganya untuk hal-hal beginian. Diantara sekian banyak lokasi keren untuk bersepeda, ada Mount Ainslie di mana kita bisa bersepeda bersama kawanan kanguru, Mount Stromlo yang menawarkan rute sepeda berstandar internasional, dan Kowan Forest yang menyuguhkan setting hutan pinus.

What I love the most is this: fasilitas perkuliahan di Australian National University (ANU) sangat mendukung mahasiswanya untuk komuting ke kampus menggunakan sepeda. Banyak gedung yang menyediakan ruang toilet dan shower yang nyaman untuk mandi dan berganti pakaian, ada loker pribadi untuk menyimpan perlengkapan sepeda, tersedianya ‘kandang’ parkir sepeda yang aman, serta tersebarnya lokasi-lokasi air minum publik bagi pesepeda yang melintas. Nggak ada alasan untuk tidak aktif bersepeda kalau di Canberra!

Pernah juga sekali waktu rekan-rekan kerja di tempat magangku mengadakan tantangan bersepeda menanjak Black Mountain dari kampus ANU hingga ke Telstra Tower, perjalanan curam sepanjang kurang lebih 4 kilometer yang benar-benar menguji stamina. Naiknya temehek-mehek, turunnya serasa terbang. Puas banget!

Wah, saya bisa terus-terusan nulis nih kalau soal bersepeda, jadi dicukupkan dulu deh sampai di sini.

This slideshow requires JavaScript.

  1. Danau Burley Griffin

Selain memiliki jalur sepeda sepanjang 28 kilometer yang mengelilinginya, Danau Burley Griffin yang terletak di tengah kota Canberra ini juga menawarkan beragam fasilitas rekreasi dan olahraga yang menarik. Dari canoeing, jogging, dragon boating, hingga berenang bisa dilakukan di danau buatan manusia ini.

Pada beberapa spot tertentu tersedia fasilitas barbeque (atau ‘barbie’ jika menggunakan istilah orang Aussie) yang bebas digunakan publik untuk memasak bersama keluarga dan teman-teman. Toilet umum dengan air bersih yang bisa langsung diminum pun tersedia di banyak tempat. Terus terang pengeluaranku untuk air minum selama di Canberra bisa terbilang nihil karena ke mana-mana cukup membawa botol minum kosong dan mengisinya dari wastafel toilet umum!

Selain itu, taman bermain untuk anak juga tersedia di beberapa spot di sepanjang pinggiran danau. Semuanya berkonsep menarik, terawat dengan baik, dan gratis!

This slideshow requires JavaScript.

  1. Canberra Multicultural Festival

Kapan lagi kita bisa icip-icip kuliner khas Uganda atau Bosnia? Praktek langsung menari salsa atau tarian India? Mengumpulkan bermacam-macam bendera kebangsaan? Berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai latar belakang budaya dan bangsa?

Semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas bisa kamu temukan di Canberra Multicultural Festival, salah satu event tahunan yang paling ditunggu-tunggu publik dan berlangsung pada tiap bulan Februari. Dari sekian banyak festival menarik yang berlangsung di Canberra, event yang satu ini khusus menampilkan aneka pertunjukan kesenian serta kuliner dari beragam negara, budaya, dan etnis di dunia.

Sayapun sempat belajar tarian khas Papua, Sajojo bersama teman-teman mahasiswa Indonesia dan mementaskannya kepada khalayak umum ketika Canberra Multicultural Festival. Senangnya bisa memperkenalkan budaya Indonesia di Australia!

 

  1. Crust Pizza

Beralih ke kuliner, ada satu makanan yang paling kurindukan dari Canberra. Aneka varian pizza yang inovatif dari restoran Crust Pizza, Braddon selalu terbayang-bayang olehku setelah pulang ke Jakarta. Namun pizza bebek pekingnya lah yang juara. Selain topping daging bebek yang membeludak, taburan daun salad di atasnya memberi kesegaran tersendiri yang khas. Duh, jadi keroncongan deh bahas tentang pizza…

This slideshow requires JavaScript.

  1. Kebab Yarralumla

Masih seputar kuliner, bagi yang mencari makanan dengan jaminan halal di Canberra biasanya mampir untuk menikmati kuliner lezat di Turkish Pide House, Yarralumla. Kebab domba mudanya enakkkk banget dan porsinya bisa untuk makan berdua. Saking besarnya, seorang temanku bahkan menyimpan kebabnya untuk tiga kali makan: sarapan-makan siang-makan malam!

 

  1. Star Gazing @ Mount Stromlo Observatory

Salah satu kelebihan Canberra adalah langit cerah serta lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pusat observasi benda-benda langit di Mount Stromlo. Pada malam-malam tertentu Mount Stromlo Observatory bersama dengan komunitas hobi pengamat benda-benda langit menggelar star gazing night alias kesempatan meneropong bintang dan planet-planet di sekitar Bumi menggunakan peralatan serius milik mereka. Saya masih terkenang melihat cincin planet Saturnus dari teropong besar yang harus saya panjat menggunakan tangga sebelum bisa mengintip ke dalam lubang observasinya. Tanpa menggunakan teropong pun hamparan bintang di langit Canberra sudah terlihat begitu jelas, dengan pemandangan bintang jatuh yang dapat terlihat setiap beberapa menit sekali. Definitely a night to remember!

This slideshow requires JavaScript.

  1. Enlighten Canberra Festival

Memasuki musim gugur, setiap tahunnya di bulan Maret, Canberra melangsungkan festival Enlighten. Setiap malamnya, gedung-gedung ikonik di seluruh penjuru Canberra seperti Parliament House dan National Library tampil berbeda karena ‘ditembak’ oleh proyektor cahaya yang memunculkan warna, pola, dan gambar-gambar yang unik pada dinding-dindingnya. Sangat instagrammable!

Selain itu, banyak kegiatan menarik yang berlangsung sepanjang festival, diantaranya Silent Disco. Mirip seperti ajojing di diskotik, namun konsepnya adalah menari di dalam ruangan yang bebas dari polusi asap rokok dan polusi suara. Loh kok bisa bebas dari hingar-bingar musik yang memekakkan telinga? Karena semua pengunjung diberikan headphones yang memancarkan langsung suara musiknya ke telinga masing-masing pemakai. Bagi yang menonton dari luar pasti terasa lucu karena ada puluhan orang yang asyik berdansa dalam keheningan. Seru deh!

This slideshow requires JavaScript.

  1. Menjadi Sukarelawan!

Selama tinggal di Canberra saya mengalami banyak kesempatan untuk menjadi sukarelawan (volunteering) dalam berbagai inisiatif menarik yang bertema sosial, kesehatan, hak asasi hewan, hingga lingkungan. Semuanya unik dan membuka perspektif baru bagiku tentang aneka kegiatan positif yang bisa kita lakukan di dalam masyarakat.

Misalnya, saya pernah membantu mendirikan penampungan baru bagi hewan-hewan yang dipelihara oleh RSCPCA dan menjadi usher yang menyemangati peserta lomba lari sepanjang 10 kilometer dalam rangka meningkatkan kesadaran publik terhadap kanker payudara. Selain itu saya pernah menjadi penguji kualitas air di daerah aliran sungai di Canberra dan sukarelawan pengumpul sampah dalam gerakan Clean Up Australia Day. Pengalaman menarik tersebut memberiku ide-ide baru yang mungkin bisa diaplikasikan di Indonesia suatu hari nanti. Canberra always inspires me!

Apakah kamu punya pengalaman menarik selama tinggal di Canberra atau Australia? Share ya di sini…

12 Comments Add yours

  1. Waduh bikin mupeng, Mbak… pengen deh menjelajah benua lain yang paling dekat sama Indo setelah sempat tersesat di benua jauh sana, huehe..

    1. Mel Allira says:

      Ayo Mbak Dina lanjut ke Aussie… Share cerita tersesat di benua jauh sana juga dong!

  2. Turis Cantik says:

    memang paling enak kalau ke kampus naik sepeda, kalau di luar negeri ngak keringetan kayak di Jakarta asal ngak pas musim dingin aja hehehe

    1. Mel Allira says:

      Hihi, aku malah lebih suka sepedaan pas musim dingin, Mbak… Jadi nggak kedinginan!

  3. prananingrum says:

    beberapa waktu yll suami juga ke australia mbak..ada pekerjaan disana. pas disana pas musim dingin.jaket yg tak bawain kurang anget. baru pertama ini ke sana.tp memang negara maju itu berbeda banget ma kita y mbak.

  4. yelli says:

    Ah…, pengen bangetlah ke kota ini, canberra kota yang aku kenal dari cerita guru les bahasa inggris ku yang sedang belajar kesana, ditambah dengan tulisan ini membuat sayapku kembang rasanya pergi kesana!

  5. Dewi Nielsen says:

    Belum mbak, saya belum pernah ke Australia..masih di list..kepengen banget ke Sydney buat lihat konsernya Hillsong 🙂

    Jalur sepeda yang nyaman sama kayak disini..jadi kita sepedaan aman banget…Skrg sedang ada salju jadi licin banget.

  6. handdriati says:

    Belum pernah ke luar pulau nih mba hoho… 🙁
    Jadi, merasa seru kalau ada yang nyeritain tentang pengalamannya diluar negri. Trus mupeng xD pengen juga kesono ehehe…

  7. Yes…untung baca tulisan ini..gw jadi banyak dpt info tentang tempat-tempat seru yang bisa dikunjungi di Canberra sini..ahhh, penge banget star gazing di Mt.Stromlo deh mel..oh ya soal fasilitas shower di kampus, ada di gedung mana aja ya mel? so far, gw belum nemuin euy..hehe

    1. Mel Allira says:

      Iya, Gen.. stargazing di Mt. Stromlo salah satu highlight tinggal di Canberra buat gue, apalagi di Jakarta jarang2 kan bisa lihat langit yang jelas di waktu malam, hehe… Untuk fasilitas shower di kampus yang paling lengkap fasilitasnya sepengetahuan gue di Crawford (wheelchair accessible, luas sekali ukurannya)… Selain itu yang aksesnya publik ya di Union Court deket gym, dan kemungkinan di Sciences Building yang baru 🙂

  8. Tatat says:

    Ah..saya belum pernah ke Canberra..cuma pernah nyangkut di Sydney 10 hari, hampir 10 tahun yang lalu. Tapi sangat kagum dengan perpaduan antara modernitas dan lingkungan yang natural di sana. Semoga kapan2 saya bisa ke Canberra

    1. Mel Allira says:

      Amin, semoga bisa berkesempatan mampir ke Canberra ya suatu saat 🙂 Australia memang indah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *