My Tree House: Taman Baca Hijau di Singapura

Dalam browsing onlineku tentang aktivitas di Singapura yang cocok untuk anak kecil, bagai pucuk dicinta ulam tiba suatu hari kutemukan informasi adanya sebuah perpustakaan yang didesain khusus bagi anak-anak di negeri singa tersebut. Tidak hanya diperuntukkan untuk anak, namun perpustakaan ini diklaim sebagai perpustakaan pertama di dunia yang bertemakan lingkungan.

Setelah tanya-tanya ke beberapa temanku yang tinggal di Singapura, ternyata tidak banyak yang tahu mengenai keberadaan si perpus anak ini. Makin penasaran dong ingin melihat sendiri perpustakaannya seperti apa?

Dinamakan ‘My Tree House’, perpustakaan anak ini terletak di lantai dasar gedung National Library of Singapore alias Central Public Library yang beralamat di 100 Victoria Street, Singapore. Lokasinya terbilang cukup sentral di Singapura, dekat dengan Bugis Junction dan Raffles Hotel. Akses transportasi terdekat adalah stasiun MRT Bras Basah, stasiun MRT City Hall atau stasiun MRT Bugis. Perpustakaan ini buka setiap harinya dari pukul 10 pagi hingga 9 malam waktu Singapura.

Siapapun bisa berkunjung dan membaca koleksi buku-buku yang terdapat di My Tree House. Mungkin jika ingin meminjam bukunya untuk dibawa ke rumah maka perlu menjadi anggota terlebih dahulu. Namun berhubung saya bukan warga negara Singapura, saya hanya membaca buku-bukunya di tempat.

This slideshow requires JavaScript.

Setibanya di depan My Tree House, pengunjung langsung disambut oleh pemandangan hutan, dengan sulur-sulur pepohonan dan jamur raksasa, beserta patung tupai, kelinci, dan kupu-kupu yang menghias pintu masuk perpustakaan.

Memasuki My Tree House, pandangan langsung tertuju pada pusat ruangan, yakni sebuah ‘rumah pohon’ dengan dedaunan yang memanfaatkan bahan daur ulang berupa botol-botol plastik bekas warna kuning dan hijau. Hatta benar-benar girang melihatnya dan langsung memanjat ke atas, duduk-duduk bersama belasan anak lainnya yang tengah asyik membaca buku.

Di rumah pohon yang cozy inilah setiap minggunya ada jadwal story telling yang berlangsung untuk anak-anak dengan kategori usia tertentu. Ketika kami datang, jadwal story telling dikhususkan bagi anak-anak usia 4 – 8 tahun.

This slideshow requires JavaScript.

Pada musim liburan, di My Tree House biasanya diadakan workshop bagi anak yang mengolah bahan-bahan daur ulang menjadi barang yang bermanfaat. Seringkali ada pula jadwal field trip ke taman-taman dan lokasi edukasi alam lainnya di Singapura.

Berjalan mengelilingi ruang perpustakaan khusus anak ini sungguh menyenangkan. Tempatnya didesain khusus dengan beberapa pojok baca eksklusif yang nyaman untuk kumpul kelompok kecil. Furniturnya pun berukuran mini untuk tubuh bocah-bocah yang kecil juga. Selain itu ada beberapa sofa empuk yang cocok untuk ibu dan bayi. Akses bagi kursi roda dan stroller pun sangat memungkinkan di sini. Selebihnya hamparan karpet luas tersedia bagi pengunjung secara umum untuk duduk-duduk dan membaca buku.

This slideshow requires JavaScript.

Sesuai dengan klaimnya sebagai perpustakaan ‘hijau’, My Tree House mengkategorikan buku-buku bacaan anaknya berdasarkan tema-tema lingkungan seperti kehidupan di Bumi, teknik berkebun, hewan, geografi, hingga polusi dan bencana alam. Dengan isu perubahan iklim yang semakin terasa nyata dalam kehidupan kita sehari-hari, sungguh menarik melihat bagaimana pemerintah Singapura mempersiapkan generasi mudanya untuk memahami dan mempersiapkan diri menghadapi permasalahan besar tersebut melalui inisiatif My Tree House ini.

Tidak hanya buku-buku dan aktivitasnya saja yang go green, namun instalasi listrik, mebel, hingga karpetnya perpustakaannya pun kabarnya menggunakan prinsip-prinsip ramah lingkungan yang hemat energi, memanfaatkan bahan daur ulang, dan tidak meninggalkan jejak yang buruk bagi lingkungan. My Tree House bahkan sempat menyabet penghargaan tertinggi dari pemerintah Singapura untuk kategori ruangan/gedung yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

This slideshow requires JavaScript.

Yang paling saya sukai dari perpustakaan ini adalah pengkategorisasian buku-bukunya yang dibagi berdasarkan kelompok umur anak, misalnya pojok buku untuk bayi dan batita (usia 0 – 3 tahun), rak buku untuk anak-anak usia 4-6 tahun, dan seterusnya. Hal ini memudahkan pengunjung yang memiliki anak kecil seperti saya untuk mencari buku yang tepat sesuai tahapan perkembangannya.

Dengan fasilitasnya yang sangat nyaman inilah saya pun yakin untuk mengajak teman saya yang juga memiliki anak balita untuk playdate di My Tree House. Lokasinya yang indoor, sejuk, dan bersih menjadi pilihan yang tepat untuk membawa anak kecil di siang bolong yang terik di Singapura.

This slideshow requires JavaScript.

Walaupun tidak boleh membawa makanan dan minuman ke dalam perpustakaan, namun tidak jauh dari My Tree House terdapat banyak restoran yang menyediakan kursi makan untuk anak, sehingga memudahkan orangtua menjelang jam makan siang maupun malam.

Usai berkunjung ke My Tree House, saya pun mencari tahu tentang fasilitas perpustakaan lainnya di Singapura. Ternyata masih banyak perpustakaan umum lainnya yang menyediakan fasilitas nyaman untuk anak dan orangtua. Kunjungan berikutnya ke Singapura saya pasti akan mengajak anak-anak untuk mendatangi perpustakaan lainnya. Yuk, ke perpustakaan!

11 Comments Add yours

  1. nitalanaf says:

    Wah saya waktu itu cuma fotoin gedungnya aja. Ternyata dalamnya bagus banget ya.

    1. Mel Allira says:

      Mbak Nita, next time masuk Mbak, lebih banyak lagi yang bisa difoto dan dibaca-baca, hehe..

  2. Hiks… Telat banget taunya kalau ada perpustakaan buat anak-anak. Padahal minggu lalu ada di Singapura. Memang deh kalau ke negeri singa ini ngga cukup kalo cuma 2-3hari. Banyak banget spot menarik yang harus dikunjungi. Thanks banget buat sharingnya, Insya Allah masuk list tempat yang harus dikunjungi kalau ke Singapura lagi 🙂

    1. Mel Allira says:

      Sama-sama Mbak.. Memang banyak sekali yang bisa dilakukan di SG bersama anak-anak.. Smoga lain kali masih sempat ke sini ya 🙂

  3. pipit says:

    wow.. ini seru banget buat pecinta buku 🙂

    1. Mel Allira says:

      Iya, Mbak.. Asyik banget memang, untuk orangtua maupun si kecil 🙂

  4. TerongGemuk says:

    AH AKU MAU KE SINI AH. Kebetulan 2 minggu lagi bakal di sana dan cucok dengan rencana aku yang nggak berkunjung ke tempat wisata.

    1. Mel Allira says:

      Hayuk Mbak, ke sini! Banyak memang tempat-tempat non wisata di SG yang asyik dikunjungi.. Safe trip ya!

  5. wahhh seru banget mbak, kids friendly, keren,
    kapan waktu ada rejeki kudu kesana ajakin anakku
    dia suka baca dan pasti seneng liat perpustakaan kece begitu

  6. Hastira says:

    wah keren ahbis ini, mupeng ke sini jadinya

  7. bunda rizma says:

    asik banget meel… Rizma pasti gamau pulang deh kl kesana 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *