Sekolah untuk Hatta: Survey TK di Rawamangun

Mencari sekolah untuk si kecil mirip seperti proses mencari jodoh. Penuh dengan harapan di awal supaya si dia punya karakter positif dan kelebihan ini-itu, penjajakan langsung untuk mengecek apakah ada ‘chemistry’ yang cocok antara ortu dan sekolah, hingga seleksi alam (biaya, visi misi, kurikulum, akses lokasi, dll) yang pada akhirnya menentukan pilihan kita jatuh pada calon yang mana.

Kebetulan Hatta sudah memasuki usianya yang keempat tahun ini, dan kedua orangtuanya pun merasa sudah saatnya ia dimasukkan ke kelompok bermain agar mengasah kemampuan sosialisasinya dengan teman-teman sebayanya. Berhubung kami berdomisili di Jakarta Timur, beragam opsi sekolah di seputaran Rawamangun – Kayu Putih – Cipinang pun mulai disurvey.

Harapan idealnya sekolah tersebut tidak terlalu jauh dari rumah—nilai plus kalau bisa diakses dengan berjalan kaki atau naik kendaraan umum. Jadi, kami pun mulai mengumpulkan info tentang sekolah-sekolah yang masuk dalam radius 5 kilometer dari rumah.

Brosur-brosur info biaya sekolah terkumpul setelah survey sana-sini
Brosur-brosur info biaya sekolah terkumpul setelah survey sana-sini

Pencarian awal tentunya dilakukan melalui internet, ngubek-ngubek forum theurbanmama dan femaledaily, dan baca-baca blog orang-orang lain yang juga mencari sekolah untuk anaknya di bilangan Jakarta Timur. Kami juga sempat berkendaraan ke sana ke mari di sekitaran rumah, mencari plang atau baliho KB/TK yang mungkin belum kami temukan infonya di internet. Nanya-nanya ke tetangga dan saudara pun dilakukan. Terakhir, ada satu kali ketika kami mendapat edaran brosur dari sebuah sekolah yang belum lama dibuka. Keren nih, ada sekolah yang jemput bola ke calon pelanggannya! Untuk yang terakhir ini akan kubahas belakangan ya.

Setelah terkumpul nama-nama sekolah yang masuk dalam kriteria lokasi dekat rumah, saya pun mencari tahu lebih lanjut melalui internet (lagi!). Oke banget jika sekolah tersebut memiliki website resmi. Biasanya sekolah-sekolah baru yang websitenya cukup update, lengkap dengan foto-foto cakep. Sekolah-sekolah lama yang mapan sepertinya sudah punya langganan tetap, sehingga tidak merasa perlu terlalu gencar mempromosikan diri via internet. Nah, kalau website resmi sekolah tidak ditemukan, maka info dari blog seseorang yang pernah ke sekolah tersebut dapat dijadikan referensi tambahan. Beberapa blog bahkan mencantumkan harga-harga terbaru sekolah yang disurvey, termasuk uang pangkal, SPP, uang seragam, dllnya.

Dengan memasang budget tertentu untuk biaya sekolah, saya menggunakan info uang pangkal sekolah sebagai filter pertama untuk menyortir lagi kira-kira sekolah mana saja yang akan disurvey langsung ke lokasinya.  Dari dua blog yang berbeda, saya mendapat info bahwa KB/TK Nabawi Islamic School (yang lokasinya paling dekat dengan rumah) dan KB/TK Tarakanita 5 (yang bangunan fisiknya terlihat besar dengan playground yang lengkap) memasang tarif uang pangkal 8 hingga 13 juta rupiah. Waks! Oke, langsung mundur teratur deh dari kedua sekolah itu.

Oh iya, berhubung saya juga punya rencana untuk mulai kerja kantoran lagi dan tidak bisa 100% bergantung pada kesetiaan ART bekerja di rumah menjaga anak-anak, maka sekolah yang merangkap jasa daycare menjadi nilai plus dalam pencarian kami. Salah satu sekolah yang secara jelas mengiklankan tempatnya sebagai KB, TK sekaligus daycare di seputaran Rawamangun adalah Taman Bermain Rodin. Per Juli 2016 lokasinya telah pindah dari Jl. Alu-alu ke alamat baru di Jl. Sunan Drajat. Ketika mensurvey langsung ke lokasi, gedung sekolahnya tampak relatif baru dan bersih, ada playground kecil di halaman depannya, di dalam ada piano dan ruang tengah yang luas untuk bermain anak-anak, serta beberapa ruang kelas yang kecil. Kurikulum sekolahnya netral dan tidak berbasis ajaran agama tertentu. Jumlah muridnya masih sedikit dan dari cerita penjaganya murid-murid KB/TKnya masih sering digabung aktivitasnya dengan anak-anak yang dititipkan di daycare. Untuk tahun ajaran 2016 terdapat beberapa skema pembayaran di awal, yaitu paket sekolah saja (uang pangkal Rp6.160.000 dan uang bulanan Rp720.000), daycare saja (uang pangkal 4.050.000 dan uang bulanan Rp1.400.000), atau combo sekolah dan daycare (uang pangkal Rp6.700.000 dan uang bulanan Rp1.600.000) yang berlaku untuk semua tingkat usia anak. Jadwal kelasnya 3 kali seminggu, sementara daycare 5 hari dalam seminggu. Sejujurnya saya tidak mendapatkan chemistry yang pas dengan sekolah ini. Selain itu lokasi Rodin agak jauh dari rumah, maka kamipun terus mencari sekolah lainnya.

Nah, berhubung di sepanjang jalan Wisma Jaya (jalan yang berbatasan dengan kali dan berseberangan langsung dengan RS Persahabatan) ada banyak sekolah KB/TK, suatu hari saya pun iseng mendatangi dua diantaranya. TK Si Mungil adalah sekolah pertama yang saya datangi. Plangnya agak kecil dan mudah sekali terlewatkan, bangunan depannya pun tidak terlihat seperti ada sekolah, hanya terdapat tulisan besar ‘Yamuger’. Ternyata TK Si Mungil terletak di belakang gedung Yamuger tersebut, di dalam bangunan bertingkat dengan lapisan kaca berwarna hijau. Naik ke lantai dua tampak dua kelas yang dihiasi dengan aneka kerajinan tangan para murid TK Si Mungil. Ruang guru terletak di sebelahnya dan ternyata merangkap juga untuk kelas playgroup. Kurikulum sekolah berbasis ajaran agama Kristen dengan Bahasa pengantar Bahasa Indonesia dan pengenalan budi pekerti melalui lagu dan kisah-kisah dari Alkitab. TK Si Mungil terbuka untuk semua kalangan dan murid-murid non-Kristen tidak diwajibkan untuk mengikuti kebaktian yang dilakukan setiap bulannya. Pendaftaran tingkat playgroup dibanderol sebesar Rp3.100.000 dengan SPP per bulan Rp450.000 (ada biaya bulanan tambahan lagi untuk ekskul melukis, uang komite, dan majalah).  Sementara pendaftaran tingkat TK A dan TK B dibanderol sebesar Rp5.100.000 dengan SPP per bulan Rp450.000. Namun dibandingkan TK lainnya, biaya pendaftaran untuk naik ke tingkatan kelas berikutnya di Si Mungil sangat murah, berkisar antara Rp1 juta – Rp 1,5 juta saja. Berdasarkan pengamatanku, fasilitas sekolah TK Si Mungil terbilang sangat sederhana dengan mebel jadul yang dicat ulang dengan warna-warna cerah. Tedapat banyak anak tangga persis di luar ruang kelas yang tidak dibatasi dengan pagar pengaman sehingga ada resiko anak bisa terjatuh jika tidak diawasi oleh guru.

Sekolah berikutnya yang saya survey terletak kurang lebih 50 meter dari TK Si Mungil, yaitu TK Syinantam. TK Kristen yang berafiliasi dengan HKBP Rawamangun ini sudah lama mencuri perhatianku karena gedungnya yang tinggi dan berarsitektur unik. Dari luar terlihat jelas sekali ada banyak anak tangga menuju ke pintu masuk sekolah. Ternyata ketika masuk ke dalam gedungnya terdapat lebih banyak lagi anak tangga—naik ke lantai atas, dan turun ke aula tengahnya. Agak seram juga membayangkan anak-anak kecil yang punya kecenderungan suka berlari-larian ke sana ke mari di tengah lingkungan yang penuh dengan anak tangga seperti itu. Playground di halaman luarnya pun dikelilingi banyak anak tangga dengan ujung-ujung yang tajam dan berbahaya. Kelasnya sendiri memiliki rasio guru dan murid yang relatif bagus. Kurikulum sekolah berbasis agama Kristen, namun tidak tertutup bagi murid-murid yang non-Kristen. Bahasa pengantar di kelas menggunakan bahasa inggris dan Indonesia. Ketika menengok ke dalam beberapa kelas terasa sekali dinginnya suhu AC yang dipasang—saya sampai menggigil sendiri. Dari semua sekolah yang sempat saya survey, hanya TK Syinantam yang memiliki fasilitas antar jemput sekolah. Untuk tahun ajaran 2016/2017, biaya yang harus dikeluarkan di awal (mencakup uang pendaftaran, iuran tahunan, uang kegiatan, SPP bulan pertama, seragam, topi dan dasi) berkisar antara Rp3.075.000 hingga Rp3.975.000, tergantung tingkatan kelasnya. SPP per bulannya mulai dari Rp350.000 untuk tingkat toddler (2 tahun) hingga Rp500.000 untuk tingkat KG-B (5 tahun). Sebagai catatan, besaran iuran tahunan tersebut sedikit lebih murah bagi anggota jemaat HKBP Rawamangun.

Brosur-brosur info biaya sekolah terkumpul setelah survey sana-sini
Brosur TK Tunas Wiratama yang diselipkan di pagar rumahku

Sekolah terakhir yang saya akan ceritakan di sini adalah KB/TK Tunas Wiratama yang terletak di Jl. Rawamangun Muka Timur no. 35. Saya pertama kali mendengar tentang sekolah ini dari selebaran yang diselipkan di pagar rumah saya. Bagian depan brosur tersebut menampilkan foto-foto ekspresif para murid Tunas Wiratama dengan tagline sederhana yang sangat membekas di hati saya: “KB/TK Tunas Wiratama: sekolah tanpa AC, tanpa bahasa asing, tanpa paksaan, tanpa rasa takut.” Wow! Sekolah seperti ini nih yang sudah lama kucari-cari. Sekolah di mana anak muridnya tidak kedinginan terpapar AC seharian. Sekolah yang tidak memaksakan anak-anaknya belajar secara bilingual, trilingual, bahkan pernah kutemukan juga sekolah yang membanggakan pemakaian empat bahasa! Capek deh. Dari taglinenya juga tersirat bahwa si kecil tidak akan dipaksakan untuk menghafal materi yang berlebihan, dan tidak menerima sanksi hukuman yang menakutkan dalam rangka pendisiplinan anak. Wah, harus dicek lebih lanjut nih!

Playground, kolam ikan, dan kebun organik TK Tunas Wiratama
Playground, kolam ikan, dan kebun organik TK Tunas Wiratama

Setelah mengulik Facebook page Tunas Wiratama ternyata infonya lengkap sekali, bahkan kita bisa mendownload newsletter sekolah mereka. Lalu ada akun Instagramnya juga yang up-to-date dan penuh dengan foto-foto kegiatan sekolahnya yang kece. Pihak sekolahnya juga bisa dikontak melalui Whatsapp, dan responsnya cepat dan ramah pula! Untuk kesan pertama, sekolah ini oke banget. Apalagi di zaman sekarang yang serba menuntut adanya akses informasi yang jelas secara cepat.

Ketika membawa anak-anak survey ke lokasi sekolah, keduanya tampak senang sekali melihat playground besar yang dikelilingi kolam ikan dan kura-kura, serta dinding-dinding yang dipenuhi coretan mural warna-warni. Ibunya happy melihat kebun organik kecil di area kolam ikan dan mengagumi arsitektur unik bangunan sekolah yang berhasil menggabungkan unsur alam serta gaya minimalis industrial.

Anak-anak dan orangtua bisa bersantai sambil mengamati ikan-ikan dan kura-kura berenang-renang di kolam sekolah
Anak-anak dan orangtua bisa bersantai sambil mengamati ikan-ikan dan kura-kura berenang-renang di kolam sekolah

Memasuki area kelasnya yang merupakan aula besar yang disekat menjadi lima bagian, si kakak makin girang melihat sentra-sentra pendidikan bertemakan bahan alam, bermain peran, persiapan, rancang bangun, dan seni budaya. Di sisi lain kelas itu terbentang memanjang sebuah kolam renang cetek untuk anak-anak yang diisi air sebulan sekali untuk aktivitas renang, namun sehari-harinya dikosongkan dan kerap berfungsi sebagai ‘lapangan bola’ mini! Lagi-lagi mural warna-warni menghiasi dinding di sepanjang kolam renang ini.

Sesuai janji di brosurnya, tidak terlihat AC sama sekali di area sekolah—digantikan oleh beberapa kipas angin yang terpasang di langit-langit kelas dan ruang tunggu orangtua. Arsitektur bangunannya pun tampak didesain untuk mengoptimalkan lingkungan alam sekitar: langit-langit yang tinggi dan ruang kelas semi outdoor memastikan sirkulasi udara lancar dan tetap adem, jendela kaca yang lebar dan memanjang memanfaatkan sinar matahari dari halaman playground untuk menerangi kelas. Saya suka sekali dengan konsep bangunannya yang memungkinkan anak-anak beraktivitas di kelas sambil sesekali mengintip ke area playground dan kolam ikan di luar, dan masih bisa melihat langit!

Hatta bermain di playground ketika free trial di Tunas Wiratama
Hatta bermain di playground ketika free trial (foto diambil dari FB page Tunas Wiratama)

Untuk saat ini Tunas Wiratama hanya membuka kelas KB & TK untuk anak-anak usia 2 hingga 6 tahun. Namun, kabar baiknya adalah bulan September 2016 mereka juga akan membuka daycare! Aduh, pucuk dicinta ulam tiba banget! Hahaha… Makin jatuh cinta deh sama tempat ini. Saya pun memanfaatkan fasilitas free trial untuk Hatta, dan setelah hari keduanya di sekolah, keesokannya dia langsung minta didaftarkan supaya bisa sekolah setiap hari. Senang sekali si bocah antusias dengan sekolahnya ini.

Oiya, biaya pendaftaran awal di Tunas Wiratama tidak terlalu berat, dengan uang pangkal Rp3.900.000 (bisa dicicil 3 kali), SPP bulanan Rp390.000, formulir dan seragam Rp550.000. Kalau daftar sejak awal tahun bisa beruntung mendapatkan harga promo potongan uang pangkal hingga Rp500.000.

Oke, berhubung si kakak jadi sekolah di sini, lain kali akan kutuliskan cerita lebih banyak tentang pengalaman belajarnya di Tunas Wiratama. Sampai ketemu di postingan berikutnya ya!

Apakah kamu punya info KB/TK lainnya di seputaran Rawamangun-Kayu Putih-Cipinang atau Jakarta Timur? Silakan tinggalkan komen di bawah ini ya…

10 Comments Add yours

  1. Helena says:

    Survey sekolahnya berapa lama sebelum anak mulai sekolah?

    1. Mel Allira says:

      Hai Mbak Helena, saya mulai mengumpulkan info tentang sekolah-sekolah via internet sejak awal tahun (Januari), lalu mulai survei ke lokasi sejak Mei karena kebanyakan sekolah menyelenggarakan open day di bulan-bulan itu. Trial sekolah baru dimanfaatkan bulan Juli, lalu langsung daftar dan mulai sekolah.

  2. Yuniari Nukt says:

    Banyak pilihan makin rumit milihnya ya Mak. Saya setuju, sekolah saat ini berlomba-lomba memberikan materi tambahan seperti bahasa asing dan lain-lain. Sebetulnya bagus, tapi kasihan anak-anak 🙂

    1. Mel Allira says:

      Mak Yuniari, iya banyak pilihan memang sering bikin bingung, tapi masih beruntung pilihannya banyak, jadi bisa menyeleksi yang terbaik untuk si kecil 🙂

  3. Mama Cuta says:

    Saya lebih senang mendengar cerita Ibu-Ibu tentang sekolah anaknya. Dari sana selalu banyak info menarik terutama kegiatan ekstrakurikuler. Baca-baca blog sekolahan juga menarik 🙂

    1. Mel Allira says:

      Terimakasih sudah mampir ya, Mama Cuta… Semoga bermanfaat 🙂

  4. April Hamsa says:

    Akhirnya dapat sekolah yg sesuai ya mbak? Alhamdulillah 😀

    Kalau saya pilihan TK utk anak syaratnya cuma dua: lokasi dan budget. Lokasi no 1 krn saya rempong klo bawa2 adeknya bawa sekolah hehe. Ntr klo SD ah baru saya mikir sekolah yg sesuai standar utk kurikulumnya, pas emaknya udah ada rejeki buat beli mobil utk antar anak hihihi :))

    1. Mel Allira says:

      Iya Mbak April, bersyukur sekali nemu sekolah yang cocok untuk si kecil dan ibunya juga, hehe.. Betul, lokasi penting ya, apalagi kalau masih kecil kasihan kalau harus bepergian jauh-jauh ke sekolah. Amin, semoga rezeki lancar ya Mbak supaya ada mobil untuk antar jemput anak-anak sekolah nanti 🙂

  5. Mom_Tia says:

    Hai mom. Mw ty, sekolah tunas wiratama tepatnya dmn ya? Patokannya maksudnya.. kebetulan alamat sy di rawamangun muka selatan. Ky pernah liat atau dengar sih… Hehe..
    Sekolah ini pendidikannya global ya? Maksudnya bukan cenderung ke agama tertentu? Trmksh atas jwbannya.

    1. Mel Allira says:

      Hai Mom Tia.. lokasi Tunas Wiratama ada di Jalan Rawamangun Muka Timur, kalau datang dari arah RS persahabatan, tempatnya di sebelah kanan jalan, persis sebelah toko bangunan/material. Ini jauh sebelum restoran Pagi Sore ya. Dekat cluster rumah yang sedang dibangun. Iya, pendidikannya universal, tidak berbasis agama tertentu. Semoga membantu ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *