Southern Ridges Walk: Urban Trekking di Singapura

Siapa bilang liburan ke Singapura cuma bisa diisi dengan wisata belanja dan theme park? Ketika saya dan anak saya, Hatta yang berusia satu setengah tahun pergi ke sana selama beberapa hari, kami memilih untuk menjalani jalur trekking yang menyusuri serangkaian taman-taman kota cantik di Singapura. Sebut saja aktivitas kami: urban trekking!

Jalur yang kami jalani itu terkenal dengan nama Southern Ridges Walk, gabungan dari beberapa taman besar yang terletak di bagian selatan Singapura. Jalur sepanjang 10 kilometer itu melintasi Kent Ridge Park, Hort Park, Telok Blangah Hill Park, dan Mount Faber Park. Keempat taman tersebut memiliki ciri khas masing-masing: pemandangan dari puncak bukit ke arah pelabuhan, koleksi tanaman hias yang cantik, taman bermain untuk anak kecil, jembatan layang khusus bagi pejalan kaki yang menembus hutan sekunder, hingga fasilitas restoran dan stasiun kereta gantung.

Jika merasa jarak yang ditempuh terlalu menantang, pejalan kaki memiliki beberapa opsi di sepanjang jalan untuk memulai atau menyudahi perjalanannya. Sangat memungkinkan untuk hanya menjalani sebagian dari jalur tersebut, misalnya Hort Park dan Telok Blangah Hill Park saja, lalu pulang menggunakan taksi atau kereta dari stasiun MRT terdekat.

Saya dan Hatta sengaja memulai perjalanan kami dari ujung barat jalur Southern Ridges, di Kent Ridge Park. Dari stasiun MRT Kent Ridge, kami diantar taksi hingga ke lapangan parkir utama Kent Ridge Park. Setelah menaiki beberapa anak tangga, kami tiba di puncak bukit yang menawarkan pemandangan megah ke arah pelabuhan. Di sini kami beristirahat sejenak di gazebo untuk memakan cemilan ringan sebelum memulai perjalanan.

Kent Ridge Lookout
Pemandangan ke arah pelabuhan dari Kent Ridge Park

Untuk perjalanan ini saya membekali diri dengan stroller ringan untuk mengangkut Hatta jika ia kelelahan berjalan, makanan berat dan camilan ringan, air putih yang banyak, baju ganti dan popok, serta sunblock dan topi.

Selain tangga naik sepanjang kurang lebih 10 meter di parkiran masuk Kent Ridge Park, ada sebagian jalur di antara Kent Ridge Park dan Hort Park yang sedang diperbaiki sehingga pejalan kaki dialihkan melalui tangga menurun sejauh 30 meter. Di bagian-bagian itulah saya harus melipat stroller dan mengangkatnya melewati tangga, sementara Hatta berjalan pelan-pelan di samping saya sambil dipegangi tangannya. Selain di kedua titik tersebut, keseluruhan jalur Southern Ridge Walk dapat dikatakan ramah untuk akses kereta dorong anak maupun kursi roda. Kualitas jalan setapak, jembatan penyeberangan, maupun trotoar di sepanjang jalur tersebut sangat bagus—cerminan nyata dari kondisi fasilitas umum lainnya di Singapura.

Hatta sempat tertidur di strollernya di Hort Park
Hatta sempat tertidur di strollernya di Hort Park

Jalur sepanjang Kent Ridge Park menuju Hort Park cenderung menurun, menyusuri jalan beraspal mulus yang dinaungi oleh rerimbunan pepohonan tua. Di sisi kanan kami berhembus angin sejuk dari arah pelabuhan, disertai cuplikan-cuplikan pemandangan yang indah.

Memasuki Hort Park, suasana adem pohon-pohon besar berubah menjadi lanskap taman yang terawat dengan apik. Hort Park merupakan pusat hortikultura yang mengusung belasan tema berbeda, dari taman kupu-kupu, taman bunga, taman sayur, taman pengobatan, taman emas dan perak, taman Bali, taman indoor, taman atap, hingga taman edukatif untuk anak.

Hatta menghabiskan waktu yang cukup lama di taman anak yang memiliki area taman bermain, ruang kelas semi-outdoor yang terbuat dari bekas kontainer barang, serta pusat daur ulang sampah organik. Puas bermain, kami lalu menyantap bekal makan siang di pinggir kolam besar di pusat taman, sambil menikmati pemandangan taman yang dihiasi dengan jenis-jenis tanaman berwarna putih keperakan.

This slideshow requires JavaScript.

Dengan melewati Kent Ridge Park dan Hort Park, kami telah menjalani setengah dari total perjalanan hari itu. Kami lalu menyeberangi jembatan penyeberangan pertama, yakni Alexandra Arch, jembatan berarsitektur unik sepanjang 80 meter yang menghubungkan Hort Park dengan Telok Blangah Hill Park.

Dari sini kami memasuki Forest Walk, jalur sepanjang 1,3 kilometer yang menyusuri jembatan layang besi dengan akses khusus bagi pejalan kaki. Pemandangan yang menarik tersaji sepanjang jalur zig zag ini, menembus kanopi hutan sekunder, melewati rumah-rumah tua yang dibangun di atas tanah (sebuah pemandangan langka di antara ratusan menara apartemen yang menjulang di seantero Singapura), hingga akhirnya tiba di puncak bukit yang teduh, dan awal dari jalur Hilltop Walk.

Forest Walk
Hatta turun sejenak dari strollernya di jembatan layang Forest Walk

Berbeda dengan Forest Walk yang mungkin agak mendebarkan bagi mereka yang memiliki fobia ketika berada di atas ketinggian, di Hilltop Walk pejalan kaki kembali menapak tanah, menyusuri jalur aspal yang mulus sepanjang 1 kilometer. Trek ini perlahan-lahan kembali menanjak dan berliku hingga akhirnya tiba di pelataran kayu yang luas, awal dari jembatan penyeberangan ikonik Singapura, Henderson Waves.

Kami beristirahat sejenak untuk minum dan mengunyah camilan di salah satu bangku di pelataran kayu Henderson Waves. Trek jembatan kayu sepanjang 300 meter ini cenderung menurun sehingga memudahkan perjalanan kami. Hatta turun dari strollernya dan dengan bahagia berlari-lari sepanjang jalan. Untungnya permukaan kayu yang kami lalui tidak terlalu curam dan licin sehingga tidak membahayakan bagi anak kecil.

Hilltop Walk
Petunjuk jalan menginfokan bahwa kami akan segera meninggalkan area Forest Walk dan memasuki segmen Henderson Waves

Pemandangan dari atas jembatan setinggi 36 meter dari permukaan tanah tersebut sungguh menakjubkan, gabungan dari setting urban perkotaan di tengah hutan-hutan yang rimbun. Tidak salah memang jika Singapura menyebut dirinya A Garden City—sebuah Kota Taman. Arsitektur Henderson Waves sendiri memiliki daya pikat tersendiri, meliuk-liuk layaknya deretan tulang rusuk yang menari. Ketika kami melintas, sepasang kekasih tengah melakukan sesi foto pra-nikah di sana, dengan setting jembatan kayu yang memukau.

This slideshow requires JavaScript.

Selepas dari Henderson Waves, jalur kembali menanjak memasuki Mount Faber Park. Pepohonan lebat menjulang di atas kepala, menyejukkan suasana yang terik di siang bolong. Akhirnya kami tiba di bangunan besar bernama Jewel Box, lokasi beberapa restoran dan café, sekaligus stasiun kereta gantung yang bisa membawa penumpangnya menyeberang ke Pulau Sentosa.

Kereta gantung ke Sentosa Island dari Mount Faber
Kereta gantung ke Sentosa Island dari Mount Faber

Saya dan Hatta menikmati akhir perjalanan kami dengan memesan burger dan kentang goreng, ditutup dengan es krim coklat yang lezat. Angin semilir membuai kami di meja makan yang menghadap ke arah laut dan Pulau Sentosa. Momen yang pas untuk menutup perjalanan panjang kami hari itu.

Makan es krim di Jewel Box
Menikmati es krim di akhir perjalanan

Dari Jewel Box saya memesan taksi untuk mengantar kami ke stasiun MRT Harbour Front, akses transportasi terdekat yang bisa membawa kami kembali ke pusat kota.

Tak terasa jalur Southern Ridges Walk yang berjarak kurang lebih 10 kilometer tersebut berhasil kami tempuh bersama dalam waktu kurang lebih 5 jam. Jalan santai tanpa target waktu yang ketat, diselingi banyak waktu istirahat di beberapa tempat untuk sekedar mengisi perut atau melemaskan otot kaki.

Syukurlah sepanjang perjalanan Hatta tidak pernah rewel sekalipun. Ia bahkan sempat tertidur di strollernya dua kali. Kelak jika kami berlibur ke Singapura lagi akan saya ajak Hatta dan ayahnya untuk menjalani kembali trek seru itu.

7 Comments Add yours

  1. Wah, keren infonya. Saya beberapa kali ada wacana pengen ke singapore bareng suami dan anak2 belum pernah terealisasi, karna kita masih bingung tujuan destinasi wisata untuk anak2. Makasih ya mbak

    1. Mel Allira says:

      Sama-sama Mbak Vety 🙂

  2. Lies says:

    Waahhh keren Mel, pengen juga ngajak jalan Lula ke negeri tetangga, tapi masih ragu2. Thx infonya.

    1. Mel Allira says:

      Ayo Lies, ajakin Lula jalan-jalan mumpung masih gratis tiket pesawatnya hehe…

  3. kama intan ayu says:

    Halo mba mel salam kenal,
    boleh sy minta itinerary selama di singapura kebetulan dlm wkt dekat ingin kesana bersama ank 3th dan 1.5th

    Terima kasih
    ayu
    kamaintan_ayu@yahoo.com

    1. Mel Allira says:

      Hai Mbak Ayu, itinerary Singapura sudah kuemailkan ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *