Tempat Makan Ramah Anak di Pantura

Bepergian jauh dengan anak kecil seringkali membuat orangtua kerepotan, khususnya untuk urusan makan si anak. Ada yang memilih untuk membawa peralatan masak, ada juga yang pasrah pada menu restoran yang ditemui di jalan.

Saya melakukan keduanya. Slow cooker dibawa untuk memasak makanan si Sjahrir yang belum genap setahun usianya. Termos berisi air panas juga selalu sedia di dalam mobil dan diisi ulang setiap harinya menggunakan mesin penghangat air di tempat penginapan. Bahan-bahan makanan serta berbagai macam snack diboyong serta.

Survey tempat-tempat makan yang ramah anak pun dilakukan via internet. Kriteria sederhananya adalah ketersediaan baby chair untuk makan. Namun sulit untuk menemukan informasi spesifik tersebut, khususnya untuk daerah pantai utara Jawa.

Dalam roadtrip kami menyusuri kota-kota di sepanjang jalur Pantura pada awal Januari 2016, ada dua tempat makan yang layak disebut ramah bagi anak.

Blue Lotus Coffee House, Semarang

Tempat makan pertama terdapat di kota Semarang, sebuah kafe bernama Blue Lotus Coffee House. Aslinya kami ke sini untuk memenuhi rasa ingin tahu Ray yang merupakan penggila kopi. Menurut hasil risetnya di dunia maya, Blue Lotus merupakan tempat terbaik di Semarang untuk mendapatkan kopi enak.

Ternyata kafe tersebut juga menyediakan pojok khusus bagi anak-anak, meja dan kursi pendek dengan kertas gambar dan pensil warna. Ada baby chair juga. Di pojok belakang kafe terdapat satu set sofa empuk yang menempel dengan perpustakaan dinding berisi novel dan majalah-majalah berbahasa asing. Koran lokal juga tersedia.

Makanan yang disajikan lezat dan cocok untuk lidah anak-anak. Finger foods seperti chicken nugget, french fries dan sosis tandas dimakan Hatta. Fetuccini basil pesto juga digemari kedua bocah. Ray bilang kopinya juga enak.

Secara keseluruhan pengalaman makan di Blue Lotus Coffee House sangat menyenangkan bagi orangtua dan anak-anak, apalagi si Hatta bisa anteng menggambar-gambar di kertas sementara adiknya tidur-tiduran di sofa.

Restoran Pringjajar, Pemalang

Tempat makan kedua kami temukan dalam perjalanan pulang antara Pekalongan dan Brebes. Banner iklan restoran ini sudah terpampang sejak berkilo-kilometer sebelumnya, setiap beberapa ratus meter ada lagi iklannya.

Berhubung kami mencari tempat makan yang relatif bersih dan nyaman untuk anak-anak, aku dan Ray pun tertarik mampir. Apalagi setelah membaca di salah satu iklannya di pinggir jalan bahwa karyawan restoran dijamin bebas dari penyakit TBC. Hehehe…

Tempatnya besar dengan lapangan parkir yang luas, bahkan muat untuk beberapa bus wisata juga. Keluar dari mobil kami langsung disambut petugas wanita yang memayungiku dan Sjahrir dari teriknya matahari siang.

Saat itu hanya kami lah pengunjung yang makan di restoran tersebut. Sengaja kami pilih tempat makan lesehan supaya anak-anak bisa gegoleran sementara orangtuanya meluruskan kaki dan punggung yang penat dari perjalanan jauh menggunakan mobil.

Tidak lama kemudian diantarkanlah dua balon panjang yang sudah dibentuk menjadi pedang-pedangan untuk Hatta dan Sjahrir. Girang sekali keduanya bermain balon sembari menunggu makanan datang.

Makanan yang kami pesan tampak segar namun rasanya biasa saja. Ikan goreng dan cah kangkungnya porsi besar, sehingga sisaya masih bisa dibungkus untuk dimakan di jalan.

Kamar mandi restoran tersedia banyak dan fasilitasnya relatif bersih. Cukup nyaman untuk bebersih diri atau memandikan anak-anak di sana.

Apakah kamu pernah menemukan tempat makan lainnya yang ramah anak di sepanjang jalur Pantura?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *