Teratai, Yoga, dan Biola: Kumpul Komunitas di Taman Lembang – Suropati

Sedari dulu saya penggemar berat taman-taman kota. Selain museum, pasti taman kota lah yang dituju ketika sedang berlibur akhir pekan. Hijau, sejuk, adem di mata dan paru-paru, selain itu pasti ada kepuasan sendiri bisa beraktivitas di tempat terbuka.

Ada satu rangkaian taman di bilangan Jakarta Pusat yang dekat di hatiku, sebuah lokasi yang hampir tiap minggu kudatangi untuk melepas penat sendirian atau bersama keluarga selama beberapa jam. Kebetulan lokasinya pun relatif dekat dari rumah.

Taman Lembang di Jalan Situ Lembang, Menteng merupakan salah satu dari rangkaian taman tersebut. Taman cantik yang didominasi oleh badan air ini selalu tampil memesona dengan daun-daun dan bunga teratai besar yang tumbuh di tengah danau.

Si kecil Hatta senang sekali diajak ke sini karena bisa duduk-duduk santai dan berpiknik di hamparan rumput hijaunya yang cukup luas. Di sisi danau juga terdapat taman bermain yang dilengkapi ayunan serta patung dinosaurus yang bisa dinaiki anak-anak.

Piknik di rerumputan Taman Lembang
Piknik di rerumputan Taman Lembang

Burung-burung merpati sering singgah di Taman Lembang, menumbuhkan rasa ingin tahu si kecil yang kerap berusaha mengejar mereka ke mana-mana. Lelah berlarian, Hatta penasaran menonton pengunjung taman lainnya yang membawa alat pancing dan duduk di pinggir danau menunggu umpannya dimakan ikan.

Tidak jauh dari Taman Lembang—dan kerap kali kami berjalan kaki ke tujuan selanjutnya ini—adalah Taman Suropati. Keluarga dengan anak kecil dan juga orang-orang tua selalu ramai mendatangi taman ini di akhir pekan, baik untuk berolahraga, jajan, atau berekreasi.

Taman yang terletak di Jalan Taman Suropati, Menteng ini merupakan tempat berkumpulnya aneka komunitas unik, mulai dari komunitas olahraga, hewan, hingga musik. Kelompok pesepeda dari berbagai penjuru seringkali menjadikan Taman Suropati sebagai lokasi transit dalam perjalanan mengelilingi kota. Para pemilik hewan peliharaan seperti anjing rutin menyambangi lokasi adem ini untuk bertemu dengan pemilik anjing lainnya.

Yoga bersama komunitas Yoga Gembira di Taman Suropati
Yoga bersama komunitas Yoga Gembira di Taman Suropati

Saya sendiri hampir tiap Minggu pagi berkunjung ke Taman Suropati untuk mengikuti sesi yoga bersama komunitas Yoga Gembira. Melalui grup mereka di Facebook, saya selalu menantikan jadwal yoga mingguan yang dipost di sana, lalu datang ke taman membawa matras beserta air minum dan handuk kecil sebelum kelas dimulai. Instruktur yoga yang bertugas selalu berganti-ganti tiap minggunya, membawa ilmu dan style yoga yang berbeda pula. Keikutsertaan dalam sesi-sesi yoga ini biasanya dimintakan sumbangan sukarela oleh panitia Yoga Gembira seusai kelas.

Hal yang paling kunikmati dari sesi-sesi yoga di Taman Suropati ini adalah lokasinya yang bersetting di luar ruang, terkadang dengan latar belakang alunan musik dari komunitas Falun Gong yang tengah berlatih di sisi lain taman, bunyi gemercik air mancur di kejauhan, dan kibasan sayap-sayap burung merpati yang terbang tinggi di atas kepala. Namun yang paling menyenangkan adalah sesi terakhir dari rangkaian pose yoga yang ditutup dengan istirahat sambil tidur telentang menghadap langit. Segar dan damai rasanya ketika membuka mata dan melihat kanopi pohon yang rindang serta langit biru yang mengintip di baliknya.

Menu raw food Pak Wied Harry yang dinikmati teman-teman Yoga Gembira seusai latihan
Menu raw food Pak Wied Harry yang dinikmati teman-teman Yoga Gembira seusai latihan

Pertemuan dengan pegiat yoga lainnya di komunitas Yoga Gembira juga membuahkan pertemanan baru yang menarik. Gara-gara pernah makan bareng di acara icip-icip kuliner raw food racikan pakar makanan sehat Pak Wied Harry seusai salah satu sesi yoga, saya pun bertemu dengan teman-teman baru yang kemudian berlanjut berbagi informasi seputar kegiatan yoga lainnya melalui grup Whatsapp.

Menjelang siang, sekitar pukul 10 pagi, biasanya ada tontonan menarik untuk semua pengunjung di Taman Suropati. Komunitas musik Taman Suropati Chamber selalu berkumpul membawa alat musik masing-masing dan memainkannya bersama-sama. Waktu itu saya dan Hatta pernah menyaksikan anak-anak usia SD dan SMP berkumpul memainkan biolanya, dipimpin oleh seorang konduktor. Hiburan yang menyegarkan di tengah taman yang rindang.

Komunitas Taman Suropati Chamber sedang berlatih biola di akhir pekan
Komunitas Taman Suropati Chamber sedang berlatih biola di akhir pekan

Taman kota pun menjadi lebih ‘hidup’ dengan adanya geliat aktivitas dari aneka komunitas seperti di Taman Suropati. Terbukti kan, berakhir pekan tidak harus selalu ke mal, namun bisa dinikmati secara sederhana di taman kota.

3 Comments Add yours

  1. Zata says:

    Pengen ah maen dan gabung sama komunitas2 seru di sana. Ngiler sama raw foodnya juga, hehehe…

    1. Mel Allira says:

      Iya Mbak Zata, banyak komunitas menarik yang bikin lebih semangat main ke taman di akhir minggu, hehe.. Raw foodnya bonus lezat seusai yoga

  2. Dari dulu aku pengen main ke taman ini buat berlatih biola, tapi belum kesampaian…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *