Wanita Karir Lebih Beresiko Terkena Kanker Payudara?

Stress, polusi, gaya hidup yang tidak sehat, serta berbagai faktor lainnya berperan aktif dalam meningkatkan resiko seseorang mengidap penyakit kanker payudara. Namun menurut penelitian, wanita karir lebih tinggi lagi kemungkinannya untuk terkena kanker payudara dibandingkan ibu rumah tangga. Wah, sebagai ibu bekerja saya semakin khawatir dong mendengar fakta mengejutkan tersebut!

Info penting tersebut kudapatkan dari sesi sharing bersama dr. Doddy Permadi dalam acara Peduli Bahaya Kanker Payudara, Garda Medika Octobreast Roadshow di CGV Blitz, Mall of Indonesia, Jakarta Utara pada bulan Oktober 2016.

Dibahas juga penelitian Dr. Tetyana Pudrovska tentang Higher-Status Occupations and Breast Cancer yang menunjukkan bahwa wanita karir beresiko terkena kanker payudara 70% dibanding ibu rumah tangga atau wanita yang hanya staff bawah. Menurutnya, lima penyebab utama kanker payudara pada wanita karir adalah akibat kurang tidur, terpapar polusi udara, stress dikarenakan beban pekerjaan, menunda kehamilan, dan tidak menyusui.

14798766_10155363764943047_73713312_n
Ciri-ciri perubahan fisik pada payudara yang perlu dicurigai sebagai kanker payudara

Menurut dr. Doddy, sebenarnya semua perempuan memiliki resiko untuk terkena kanker payudara, namun resiko tersebut lebih besar bagi mereka yang tidak memiliki anak atau hamil pertama di usia tua (di atas 35 tahun), mengkonsumsi kontrasepsi oral, menggunakan terapi hormon setelah menopause, mengonsumsi alkohol secara rutin, kegemukan, mengalami menstruasi dini (sebelum usia 12 tahun) atau menopause yang terlambat (di atas 50 tahun), serta akibat faktor genetik.

Dalam rangkaian acara tersebut, peserta juga diberi kesempatan untuk tes kesehatan gratis, mengecek kadar gula darah, kolesterol serta asam urat. Lalu apa hubungannya tes kesehatan ini dengan kanker payudara? Seperti yang dijelaskan oleh petugas medis yang memeriksa saya, biasanya toksin-toksin yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, atau polusi mengendap di bagian-bagian tubuh tertentu, salah satunya payudara. Oleh karena itu kondisi gula darah, kolesterol dan asam urat bisa menjadi salah satu indikasi apakah gaya hidup dan pola makan kita sudah sehat atau belum, yang berpengaruh pada resiko terjadinya kanker payudara.

This slideshow requires JavaScript.

Dengan sekali suntikan jarum kecil di ujung jari tangan, dalam beberapa menit saja tetes-tetes darahku sudah bisa dianalisa hasilnya. Kaget sekali ketika ternyata kadar kolesterol dan asam uratku sudah melampaui batas normal. Sementara itu kadar gula darah masih dalam batas normal namun sudah mendekati batas atas. Benar-benar menjadi tamparan di muka agar lebih memperhatikan kesehatan pribadiku. Selain mengurangi makanan berminyak, berlemak, dan bervetsin, petugas medis menyarankan agar saya melakukan tes kesehatan lengkap dalam tiga bulan ke depan agar mendapat gambaran yang lebih menyeluruh tentang kondisi tubuhku.

Usai tes kesehatan saya penasaran mengunduh apps MedCare keluaran Garda Medika yang tengah dipromosikan pada acara tersebut. Ternyata apps ini canggih banget dan bisa mempermudah penggunanya untuk merencanakan gaya hidup yang lebih sehat sekaligus mencatat perkembangan kesehatannya. Berikut fitur-fitur apps Garda Medika MedCare yang menarik perhatianku:

Aneka fitur apps Garda Medika MedCare
Aneka fitur apps Garda Medika MedCare

Garda Medika MedCare memungkinkan kita untuk membuat reminder tentang rutinitas olahraga, appointment selanjutnya ke dokter, serta jadwal minum obat. Pada apps ini kita juga bisa mencatat gejala-gejala penyakit yang mungkin dirasakan sewaktu-waktu sehingga bisa dilaporkan saat kunjungan kesehatan berikutnya. Praktisnya lagi, dengan bantuan GPS, kita bisa mencari lokasi fasilitas-fasilitas kesehatan terdekat di manapun kita berada seperti rumah sakit, apotek, hingga gym! Ada pula fitur artikel-artikel kesehatan yang bisa menambah pengetahuan kita seputar gaya hidup sehat.

Fitur 'Set Your Health Targets'
Fitur ‘Set Your Health Targets’

Oh iya, apps ini juga bisa membantu menyemangati penggunanya memenuhi target-target kesehatan tertentu lho! Misalnya, dengan menginput data tinggi dan berat badan, apps ini akan mengkalkulasikan body mass index kita, yang bisa membantu untuk menentukan berapa kilogram berat badan yang ingin kita naikkan atau turunkan agar tetap normal dan sehat. Dengan memasukkan pola makan, minum dan tidur kita, si apps MedCare juga bisa memperhitungkan apakah gaya hidup kita sudah sehat atau belum, serta memberi saran langkah-langkah apa yang perlu kita lakukan selanjutnya. Keren yah!

Dari acara ini saya juga diingatkan akan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin atas payudara sendiri alias SADARI untuk memonitor jika ada perkembangan fisik yang patut dicurigai sebagai bibit-bibit kanker payudara. SADARI merupakan opsi pemeriksaan kesehatan yang paling mudah dan murah dibandingkan mamografi atau USG payudara. Melalui film animasi pendek yang kocak berjudul “Rumpi Beha” peserta acara diajarkan cara-cara praktis melakukan SADARI. Sebenarnya memang tidak susah kok! Untuk melihat langkah-langkah SADARI, silakan klik di sini.

This slideshow requires JavaScript.

Lanjut ke sesi berikutnya, peserta acara mendengar langsung kisah para penyintas kanker payudara yang tergabung dalam komunitas Love Pink Indonesia, sebuah lembaga yang menyediakan informasi serta dukungan terhadap penderita dan keluarga pengidap kanker payudara. Acara pun ditutup dengan nonton bareng film Pinky Promise yang berkisah tentang lika-liku kehidupan penderita kanker payudara di Indonesia. Pas banget peluncuran film ini bertepatan dengan bulan peduli kanker payudara, yaitu di bulan Oktober.

Jadi teman-teman, ibu-ibu, mbak-mbak… Jangan lupa, SADARI dan mamografi sama pentingnya dengan pap smear ya, karena ternyata kanker payudara menduduki peringkat pertama jenis kanker yang paling banyak diidap di Indonesia pada tahun 2016, jauh di atas kanker leher rahim, lho! Dan, mayoritas penderita kanker payudara adalah perempuan yang berusia di bawah 40 tahun. Yuk, periksa kesehatanmu segera!

15 Comments Add yours

  1. Duuh..kalau ditelaah, kaum perempuan rentan sekali ya mba dgn berbagai penyakit

    1. Mel Allira says:

      Iya Mbak Siti, kita jadi harus lebih waspada dan merubah gaya hidup ke yang lebih sehat ya 🙂

  2. Tikha says:

    Semoga selalu sehat dan belajar hidup sehat

    1. Mel Allira says:

      Amin, Mbak Tikha!

  3. Ophi Ziadah says:

    baca judulnya jadi dag dig dug jeder…
    tp memang resiko inimuncul krn banyak faktor…
    penting banget utk sadari dan melakukan deteksi dini

    1. Mel Allira says:

      Betul Mbak Ophi, aku juga dagdigdug sebagai perempuan bekerja, walaupun resikonya bisa dialami oleh siapapun ya

  4. Perempuan ternyata lebih rentan ya,,jadi makin harus aware nih.

    1. Mel Allira says:

      Iya Mbak Kurnia, perempuan memang rentan terkena, namun laki-laki ternyata juga bisa lho menderita kanker payudara

  5. Wahhh seru jg ya mel, skrg sudah ada aplikasi kesehatan dari garda medika ini..bermanfaat dan praktis bgt loh! Boleh dicoba nih.hehe

    1. Mel Allira says:

      Iya Gen, appsnya membantu banget! Recommended kok 🙂

  6. Salam kenal mba, kalo di bayangin ngeri banget, intinya harus sadar sendiri, apalagi sudah ada aplikasi yang memudahkan, harus di coba ^_^

    1. Mel Allira says:

      Hai Mbak Hikari, salam kenal juga! Iya Mbak, cobain deh appsnya, sangat membantu untuk mengingatkan kita agar menjaga kondisi kesehatan

  7. seru acaranya ya mbak, hihihi jadi punya kenalan baru deh 😀

    1. Mel Allira says:

      Iyaaa, jadi kenalan dengan Mbak Wuri di sini deh, hehehe…

  8. mizuco says:

    Agak ngeri emang..,
    Era sekarang ini udh susah kita untuk menjaga kesehatan.., Makanan yang kita konsumsipun juga tidak terjamin aman dari radikal bebas..,

    Ulasannya keren banget..
    2 Jempol Deh..

    Salam kenal yach..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *